Ikuti kami di

Ustadz Khalid Basalamah Bingung dengan Sistem Aturan Imsak di Indonesia: Dalam Islam Ini Nggak Ada

Ustadz Khalid Basalamah Bingung dengan Sistem Aturan Imsak di Indonesia: Dalam Islam Ini Nggak Ada

BelumAdaJudul.com || Ustadz Khalid Basalamah mengaku bingung dengan aturan imsak yang diterapkan di Indonesia.

Aturan imsak dinilai Ustadz Khalid Basalamah justru menimbulkan pertanyaan baru, sebenarnya sampai kapan muslim boleh makan sahur.

Sebenarnya apakah seorang muslim masih boleh makan atau minum setelah imsak atau sudah tidak boleh lagi melakukan kegiatan tersebut?

Menurut penilaian Ustadz Khalid Basalamah dari hadis shahih dijelaskan bahwa makan sahur bisa baru dihentikan setelah mendekgar adanya kumandang azan Subuh.

Dan pandangan lain, dari Rasulullah SAW yang menilai bahwa makan dan minum saat sahur masih boleh diselesaikan sampai azan Subuh selesai.

Akan tetapi yang menjadi catatan penting di sini adalah posisinya memang sedang tinggal menghabiskan makanan dan minuman yang ada di tangan saja, bukan makan dari awal mulai lagi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah tayangan video di channel Bimbingan Salaf.

“Hadisnya jelas hadis shahih, kata Rasulullah SAW ‘kalau kalian sedang mendengar azan dan di tangan kalian ada sesuatu minuman, dan makanan yang sedang dikunyah selesaikanlah’,” ujar Ustadz Khalid Basalamah, dikutip pada Selasa 19 Maret 2024.

Tentunya bukan makan dan minum dari awal saat azan Subuh berkumandang, seorang muslim hanya diizinkan untuk menghabiskan makanan yang belum habis.

“Kata ulama fikih selama selesai azan masih boleh, tapi ini bukan azan baru siapkan satu piring ya. Jelas, kalau pas obat lagi dikunyah mau ditelan sudah azan masih boleh,” tuturnya.

KEBINGUNGAN USTADZ KHALID BASALAMAH SOAL ATURAN IMSAK

Sepengetahuan Ustadz Khalid Basalamah dalam ilmu Islam, ia menilai tidak ada istilah imsak di dalam Islam itu sendiri.

Bahkan menurut pandangannya waktu imsak beberapa menit sebelum azan Subuh pun juga tidak diajarkan dalam Islam.

"Saya tuh nggak tahu dari mana kita mengambil istilah Imsak di Indonesia. Imsak berarti berhenti 20-25 menit sebelum Subuh. Tapi dalam Islam ini nggak ada,” imbuhnya.

Ustaz Khalid Basalamah mengungkap fakta menarik mengenai adanya dua muazin di zaman Nabi Muhammad SAW, yaitu Ibnu dan Bilal.

Dikatakan oleh Ustaz Khalid, saat Ibnu mengumandangkan azan, umat Muslim masih diperbolehkan untuk melanjutkan makan sahur.

Namun, ketika Bilal mengumandangkan azan Subuh, saatnya bagi umat Muslim untuk mengakhiri makan sahur.

Dalam tradisi Islam, sahur menjadi kegiatan yang sangat dianjurkan sebelum menjalani puasa Ramadhan.

Waktu sahur biasanya dimulai sejak pukul 03.30 atau 04.00 WIB, dan umumnya diakhiri saat Imsak atau 10 menit sebelum azan Subuh berkumandang.

Imsak biasanya ditandai dengan salawat tarhim yang diputar melalui pengeras suara masjid atau musala.

Meskipun demikian, terdapat beberapa kondisi tertentu yang membuat orang harus mengakhirinya makan sahur mereka saat azan Subuh berkumandang.

Contohnya seperti terlambat bangun. Hal ini menunjukkan pentingnya kedisiplinan dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Dengan adanya pemahaman mengenai waktu sahur dan azan Subuh, umat Muslim diharapkan dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih baik.

Semoga informasi ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan kekhusyukan.

Semoga kita semua selalu diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian selama bulan suci ini. Aamiin.

Sumber:
disway➚

Post a Comment for "Ustadz Khalid Basalamah Bingung dengan Sistem Aturan Imsak di Indonesia: Dalam Islam Ini Nggak Ada"

𝐒𝐔𝐏𝐏𝐎𝐑𝐓 & 𝗜𝗞𝗨𝗧𝗜 𝗖𝗛𝗔𝗡𝗘𝗟 𝗞𝗔𝗠𝗜 :

Ikuti Telegram belumadajudul.com   Ikuti Whatsapp belumadajudul.com  

𝐒𝐔𝐏𝐏𝐎𝐑𝐓 & 𝗜𝗞𝗨𝗧𝗜 𝗖𝗛𝗔𝗡𝗘𝗟 𝗞𝗔𝗠𝗜 :

Ikuti Telegram belumadajudul.com   Ikuti Whatsapp belumadajudul.com