BELUMADAJUDUL.COM - Aksi pembakaran Al Quran oleh politisi Swedia, Rasmus
Paludan, pada pekan lalu membuat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan geram. Ia
bahkan memperingatkan Swedia untuk tidak lagi mengharapkan dukungan Ankara
agar bisa bergabung dengan aliansi NATO.
Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Erdogan sebagai tanggapan resmi atas
pembakaran Al Quran yang dilakukan oleh Paludan di depan kantor Kedutaan Besar
Turki di Stockholm pada 21 Januari lalu.
"Swedia seharusnya tidak mengharapkan dukungan dari kami untuk (keanggotaan)
NATO," kata Erdogan, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (24/1).
“Jika Anda tidak menghormati keyakinan agama Republik Turkiye atau Muslim,
Anda tidak akan menerima dukungan apa pun untuk NATO dari kami,” tambahnya.
Dalam pernyataannya, Erdogan telah menyebut bahwa insiden pembakaran Al Quran
telah menyerang dan menyakiti 85 juta warga Turki.
Menanggapi hal tersebut, Swedia sejauh ini tengah bereaksi dengan sangat
hati-hati terhadap pernyataan dari orang nomor satu di Turki itu.
“Saya tidak bisa mengomentari pernyataan malam ini. Pertama, saya ingin
memahami dengan tepat apa yang dikatakan (Erdogan),” kata Menteri Luar Negeri
Tobias Billstrom.
Para pemimpin Swedia telah mengutuk tindakan Paludan, dengan Perdana Menteri
Swedia Ulf Kristersson turut mengungkapkan simpati pada semua umat Muslim.
"Saya ingin mengungkapkan simpati saya untuk semua Muslim yang tersinggung
dengan apa yang terjadi di Stockholm hari ini," tulis Kristersson di Twitter.
Namun keadaan terlanjur semakin memanas, yang membuat Turki membatalkan
kunjungan Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson untuk menginjak negaranya.
Kecaman luas juga telah datang dari masyarakat Internasional yang ikut marah
atas aksi pembakaran Al Quran.
sumber: RMOL➚

Post a Comment for "Marah pada Swedia, Erdogan: Jangan Harap Dukungan Turki Masuk NATO!"