Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, mengkritik keras
kembali munculnya wacana perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan
pemilu.
Dia membeberkan enam nama yang disebutnya telah menyuarakan kudeta konstitusi
tersebut.
“Nih yang sudah menyuarakan kudeta konstitusi dengan ide perpanjangan masa
jabatan atau penundaan pemilu,” ucapnya dalam unggahannya, Jumat (9/12/2022).
Enam nama itu terdiri dari tiga ketua umum partai politik yakni Ketua Umum PKB
Muhaimin Iskandar yang saat ini juga menjabat Wakil Ketua Umum DPR RI, Ketua
Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga
Hartarto, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang sekaligus Menteri
Perdagangan.
Kemudian, satu menteri dalam kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Selanjutnya Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan Ketua MPR RI
Bambang Soesatyo.
“Ketua MPR, Bambang Soesetyo; Ketua DPD La Nyalla; Meninvest Bahlil; Ketum
PKB, Muhaimin; Ketum Golkar, Airlangga dan Ketum PAN, Zulkifli,” beber Said
Didu.
Dia meminta publik untuk mencatat nama-nama yang mencoba mengkhianati
konstitusi tersebut.
“Mari kita catat,” tambah pria kelahiran Pinrang Sulawesi Selatan ini.
Diketahui, awalnya wacana penundaan pemilu ini bergulir karena disebut masih
banyak rakyat yang menginginkan Jokowi menjabat presiden.
Olehnya itu muncul dukungan tiga Ketua Umum Partai Politik yang juga sempat
disebut atas arahan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut
Binsar Panjaitan.
Setelah itu, muncul pernyataan Bahlil yang menurutnya penundaan pemilu hal
yang boleh-boleh saja.
Sinyal dukungan Bahlil tersebut sudah beberapa kali disampaikan termasuk yang
terakhir dalam acara rilis survei Poltracking Indonesia pada Kamis (8/12/2022)
lalu.
Narasi penundaan Pemilu 2024 itu juga ikut disampaikan oleh Bamsoet saat
menjadi pembicara dalam kegiatan itu.
Sementara itu, usulan pemilu ditunda oleh LaNyalla disampaikan dalam
sambutannya di Munas XVII HIPMI, pada Senin (21/11/2022) lalu.
sumber: FAJAR➚

Post a Comment for "Beber Sejumlah Pejabat yang Suarakan Penundaan Pemilu, Said Didu: Mari Kita Catat"