Ketua Umum PDIP Megawati dipastikan akan mendengarkan suara-suara dari tingkat
bawah struktur partai mulai dari anak ranting, ranting, kecamatan, kabupaten
provinsi, senior-senior partai, tokoh-tokoh masyarakat hingga negarawan di
republik ini untuk menentukan Capres maupun Cawapres dari PDIP.
Demikian disampaikan Politikus PDIP Deddy Sitorus dalam acara ILC Karni Ilyas
bertajuk “Mega Pilih Siapa, Puan, Ganjar, Atau?” pada Kamis malam (27/10).
“Jadi tentu Ibu Mega akan mengolah informasi itu semua pada saatnya untuk
kemudian mengambil keputusan,” kata Deddy.
“Ibu Mega tidak akan mengambil keputusan dari ruang hampa,” imbuhnya.
Karena itu, kata Deddy, Megawati meminta seluruh kader untuk punya kesabaran
revolusioner yakni kedisiplinan dalam mengikuti apa yang menjadi keputusan
partai.
Dalam konteks itulah, menjadi permasalahan ketika muncul “dewan kolonel”
karena dewan kolonel itu berada di luar struktur dan kebiasaan PDIP. Sehingga
DPP PDIP sudah memberikan peringatan yang sangat keras kepada kader-kader yang
terlibat.
“Hal yang sama terjadi kepada Pak FX Rudi beliau juga diberikan sanksi yang
sama dengan dewan kolonel, yaitu sanksi yang keras peringatan terakhir dan
yang paling keras,” kata Deddy.
Sebab, sebagai Ketua DPC PDIP Solo FX Rudi seharusnya paham betul bahwa fatsun
partai sesuai dengan amanat kongres bahwa soal Pilpres itu menjadi ranah ketua
umum Megawati Soekarnoputri.
Termasuk Ganjar, juga dipanggil dan juga diberikan sanksi oleh DPP PDIP karena
tertanggal 7 Oktober 2022 DPP PDIP sudah memberikan surat kepada seluruh kader
untuk tidak berbicara hal-hal terkait dengan pilpres.
“Sehingga, penyimpangan dari fatsun itu tentu akan mendapatkan sanksi dari
partai,” tegasnya.
“Kalau ditanya terus kenapa mbak puan kenapa loh sepanjang ingatan kami mbak
puan tidak pernah menyatakan hal terkait Pilpres, beliau tidak pernah, itu
jadi tidak pernah mendapat pemanggilan dari badan kehormatan partai,” demikian
Deddy.
source: RMOL➚

Post a Comment for "Soal Capres 2024, PDIP Pastikan Megawati Tidak akan Ambil Keputusan di Ruang Hampa"