Pernyataan
Presiden Joko Widodo
yang tidak menyoroti penggunaan gas air mata selama tragedi berdarah di
Stadion Kanjuruhan, Malang
dinilai bertentangan dengan opini publik dunia.
Wakil Ketua Umum
Partai Gerindra
Fadli Zon
berpendapat, kerusuhan yang terjadi hingga menimbulkan banyak korban jiwa itu
tidak dapat lepas dari penggunaan gas air mata yang membuat penonton panik dan
sesak napas hingga berdesakan berusaha keluar lapangan.
Hal ini juga ikut disoroti oleh dunia, terbukti dengan banyaknya media ternama
yang menyebut penggunaan gas air mata sebagai salah satu faktor kerusuhan di
Kanjuruhan.
"Saya kira sekarang dunia menyoroti, bahkan koran-koran penting dunia seperti
Washington Post, New York Times itu saja menyimpulkan bahwa (faktor
penyebabnya) gas air mata. Jadi menurut saya, jangan sampai nanti kita
melakukan denial tetapi dunia melihat lain," ujarnya kepada wartawan pada
Jumat (7/10).
Mengingat
tragedi Kanjuruhan
telah menyita perhatian dan solidaritas sepak bola dunia, maka Fadli Zon
mengatakan perlunya untuk transparansi.
"Kalau salah ya salah saja, Menurut saya jelas penggunaan gas air mata itu
salah dan harus ada yang bertanggung jawab dan harus ada yang dihukum,”
tegasnya.
Sementara terkait dengan fasilitas di stadion yang diduga tidak memadai, ia
mengatakan hal itu tidak mematikan.
"Rasanya sih soal urusan tangga dan (pintu) terkunci itu enggak akan
mematikan. Kalau kepeleset paling patah kaki atau keseleo,” sambungnya.
Selama kunjungan ke
Stadion Kanjuruhan, Jokowi mendapatkan gambaran terkait tragedi yang menyebabkan 131 orang
meninggal usai laga Arema vs Persebaya pada Sabtu malam (1/10).
Pada kunjungan ke Stadion Kanjuruhan ini, Jokowi juga melihat langsung
titik-titik di mana penumpukan massa terjadi. Katanya, permasalahan yang
terjadi adalah pintu keluar yang dikunci dan kepanikan penonton menjadi sebab
banyaknya jatuhnya korban saat kejadian.
source:
RMOL➚

Post a Comment for "Jokowi Tak Singgung Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan, Fadli Zon: Jangan Denial, Dunia Melihat Lain"