Diprediksi, perang Rusia versus Ukraina dan sekutu NATOnya bakal berlangsung
lama.
Komite Pertahanan Duma Negara Rusia, Jenderal Andrey Gurulyov menegaskan bahwa
perang bisa berlangsung lama karena konflik dengan Ukraina hanya sebagian
kecil dari pertempuran yang akan datang.
"Karena kami tidak berperang dengan Ukraina. Ukraina adalah tahap perantara
untuk merusak Rusia, sebuah alat tawar-menawar dalam tugas Eropa untuk
menghancurkan Rusia," kata Gurulyov, Minggu (9/10/2022).
"Dan ketika mereka berkata, mari kita selesaikan sebelum musim dingin, dan
kemudian mereka akan membeku, -tetapi tidak membeku!"ujarnya.
Tak hanya Ukraina yang mengerahkan banyak tentara bayaran dari berbagai negara
anggota NATO, Rusia melakukan hal yang sama dengan mobilisasi warganya untuk
ikut wajib militer.
"Sekarang pertanyaannya tentang pelatihan perwira wajib militer. Saya yakin
kita akan memiliki lebih dari satu gelombang mobilisasi. Berapa bulan letnan
junior dilatih? , dan baru setelah itu mereka beroperasi," paparnya.
Situasi diperparah dengan serangan di jembatan Krimea. Rusia menduga bahwa
Ukraina mulai menggelar aksi terorisme.
Setelah kejadian itu, Presiden Rusia Vladimir Putin memberi perintah untuk
segera bertindak.
"️Ledakan di jembatan Krimea, Duma Negara didesak untuk menyatakan perang
terhadap Ukraina," ujar wakil Partai "Rusia Bersatu" Vitaly Milonov.
Menurut Milonov, operasi militer khusus di Ukraina sudah selesai. Namun kini
saatnya bertarung dengan keras.
"Saatnya untuk bertarung keras, bahkan kejam. Tanpa melihat kembali kecaman
dari Barat. Tidak ada sanksi lagi! Kata-kata yang lebih buruk tidak akan
diucapkan! Kita perlu melakukan sendiri. Kami mulai, kami pergi ke akhir.
Tidak ada jalan kembali, saatnya menjawab!" ujar Milonov.
"Saatnya mengganti operasi khusus dengan kontra terorisme," tutup Milonov.
source:
POSKOTA➚

Post a Comment for "Jembatan Krimea Dihancurkan, Kemarahan Putin Memuncak, Perang Rusia Vs Ukraina Bakal Berlangsung Lama"