Muncul isu bahwa banjir yang melanda Jakarta sekarang ini karena ada
penyumbatan saluran air. Ini dimulai dari tweet seorang netizen yang bilang
bahwa ada tawaran pekerjaan menyumbat saluran air di Jakarta agar banjir.
Akun Twitter @syafiqbany menulis: Sumpah baru tadi diomongin perusahaan temen
gue dapat tawaran job buat nyumbat-nyumbatin saluran di Jakarta biar banjir,
gokil!.
Netizen lain langsung bertanya: Perusahaan kok mau terima job jahat gitu?
perusahaan apa itu?
Akun @syafiqbany langsung merespon: Saya nggak bilang 'diterima' mas, coba
dibaca lagi itu tawaran dari orang nggak dikenal. Alhamdulillah teman saya dan
kawannya menolak pada akhirnya.
Lebih jauh dikatakan bahwa tujuan yang hendak dicapai bermotif politis yaitu
agar memberikan citra buruk terhadap Anies Baswedan sebagai Capres 2024.
Pegiat media sosial, Ade Armando angkat bicara merespon tweet netizen
tersebut. Ia tidak percaya dengan celotehan netizen itu. Baginya cerita itu
tidak masuk akal.
"Siapakah yang mengarang cerita itu, kita tidak tahu pasti. Tapi saya duga ini
produk dari mereka yang kuatir dengan reputasi Anies akibat banjir yang
melanda Jakarta saat ini," kata Ade Armando dalam tayangan Cokro TV di
YouTube, dikutip pada Rabu (12/10/2022).
Ade mengatakan mereka mencoba membangun image bahwa banjir yang saat ini
terjadi di Jakarta adalah hasil dari sebuah konspirasi kelompok-kelompok
pembenci Anies.
"Banjir di ibukota saat ini memang sedang tinggi-tingginya. Agar tudingan
tidak mengarah ke Anies maka dibangun narasi bahwa penyebabnya datang dari
aksi penyabotan. Padahal kita tahu bahwa Anies selama 5 tahun kepemimpinannya
tidak melakukan apa-apa untuk menanggulangi banjir," paparnya.
Menurut Dosen Fisip UI itu, di era Jokowi dan Ahok pengendalian banjir nyata
terlihat tapi mungkin karena kesombongannya, Anies tidak mau melanjutkan
kebijakan yang sudah dimulai para pendahulunya.
"Di masa kampanye Pilgub DKI, dia (Anies) memang bilang banjir bukan bencana
alam, ini soal manajemen volume air. Tapi nyatanya dia tidak pernah menerapkan
manajemen arus air terencana dan sistematis," tutur Ade.
Ahok menerapkan normalisasi sungai. Yang dilakukan adalah melebarkan Daerah
Aliran Sungai (DAS) sehingga air bisa dengan cepat mengalir ke laut. Karena
itu semua yang tinggal di bantaran sungai harus dipindahkan termasuk para
penghuni bangunan liar dipindahkan ke rumah susun dengan skema menyewa.
"Ini yang dilecehkan Anies. Kata dia program itu melanggar sunnatullah (hukum
Allah). Air dari langit itu seharusnya diserap ke bumi bukan dialirkan ke
laut. Karena itu kata Anies yang dibangun bukan gorong-gorong raksasa tapi
memastikan air dengan segera terserap ke tanah," ucapnya.
Dengan begitu, sambung Ade, tidak perlu ada penggusuran pemukim liar di
bantaran kali. Untuk itu Anies mencanangkan program naturalisasi sungai.
Masalahnya kata Ade, itu hanya berhenti di kata-kata. Pemprov DKI tidak pernah
menerapkan naturalisasi sungai. Tidak ada eksekusinya secara berkelanjutan.
"Jadi normalisasi disetop, naturalisasi tidak pernah dijalankan. Bukti bahwa
Anies tidak pernah menganggap urusan banjir sebagai prioritas. Bisa dipahami
ketika diterjang hujan ekstra lebat Jakarta terendam," tegasnya.
source:
FAJAR➚

Post a Comment for "Jakarta Terendam, Ade Armando Sebut Anies Sombong Tidak Mau Lanjutkan Kebijakan Ahok"