Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI Erwin Tobing mengungkapkan telah menemukan
42 botol minuman keras (miras) bersegel di Stadion Kanjuruhan seusai tragedi
yang menewaskan 131 orang akhir pekan lalu.
Dilansir dari CNN Indonesia, penemuan 42 botol miras itu terungkap dalam
investigasi PSSI setelah bertemu dengan perwakilan manajemen Arema FC, Ketua
Pelaksana Pertandingan Arema FC Abdul Haris, dan security officer Arema FC
Suko Sutrisno.
"Jadi ditemukan ada banyak minuman keras, botol badek atau cunrik, yang
istilahnya padat dan dalam botol plastik. Itu sampai ada 42 botol belum sempat
diminum di dalam stadion," kata Erwin di Malang, Selasa (4/10).
Temuan ini, kata Erwin, menjadi salah satu catatan. Menurutnya, hal-hal
terlarang seperti ini tidak sepantasnya bisa lolos masuk ke dalam stadion.
Mengenai keterkaitan kericuhan di Stadion Kanjuruhan dengan minuman keras itu,
Erwin tak mau berandai-andai.
Aremania Bantah
Sementara itu, Agus Babon, Aremania dari Malang Kota, membantah temuan PSSI
tersebut. Menurutnya, tidak mungkin minuman keras botol bisa masuk ke tribun
Stadion Kanjuruhan. Pasalnya, pemeriksaan masuk ke tribun terbilang sangat
ketat.
"Mustahil itu ada botol minuman di dalam tribun. Pakai logika saja.
Pemeriksaan masuk itu ketat. Wong korek api saja disita kok, ini ada botol
minuman, nggak masuk akal. Janganlah kami Aremania ini disudutkan begitu. Di
tribun itu juga kan ada polisi dan tentara yang jaga. Mau masuk pintu tribun
juga diperiksa. Masukin botol minuman itu gimana logikanya," kata Agus kepada
CNN Indonesia.com.
source:
DETIK➚

Post a Comment for "Aremania Bantah Komdis PSSI Ngaku Temukan 42 Botol Miras di Kanjuruhan "