Ada pihak-pihak tertentu yang berusaha sekuat daya dan sepenuh rekayasa untuk
menyebarkan dan membentuk OPINI bahwa pihak yang paling bersalah dalam
Tragegi Kanjuruhan
adalah suporter
Arema FC (Aremania).
Salah satunya yang viral adalah rekaman suara penjual dawet seorang ibu-ibu
yang menuturkan kesaksiannya malam
1 Oktober 2022
itu.
Rekaman audio yang diunggah di media sosial itu berisi kesaksian ibu-ibu yang
mengaku berjualan dawet di depan pintu gate 3 Stadion Kanjuruhan.
Dalam pengakuannya, ia menuturkan sejumlah pengakuan berbeda dari kebanyak
informasi yang beredar dan diberitakan media.
Sosok ibu-ibu tidak dikenal ini diketahui tiba-tiba mengirim pesan lewat voice
note kepada seseorang yang juga tidak mengenalnya. Isinya pun bahkan
menyimpulkan bahwa suporter yang meninggal bukan karena gas air mata, namun
karena minuman keras.
“Suporter-suporternya sebelumnya udah pada minum (mabuk) semua, yang meninggal
pun itu banyak yang mulutnya bau alkohol. Bahkan suporter yang saya tolong itu
ternyata pemabuk,” begitu isi rekaman suara tersebut.
Menurut dia, kondisi mabuk itulah yang kemudian menjadikan suporter bertindak
anarkis dan merusak sekelilingnya, termasuk dagangannya. ''Saya kan juga ikut
selamatin polisi waktu itu, malah dawet-dawet jualanku juga hancur. Sudah saya
bilang jangan-jangan,'' kisahnya.
“Di pintu 3 sebelah kiri warung saya itu ada anak kecil terjepit, lalu
ditolong sama polisi, Pak Arif namanya, dari Batu. Terus si Pak Arif ini
maunya melindungi, tapi malah dipukuli kepalanya sama suporter,” tambah dia
lagi.
Ibu-ibu penjual dawet ini mengaku sehari-hari berjualan di sebelah pintu gate
3. Dia mengaku juga menjual kopi.
Namun reporter tugumalang.id berusaha mencari keberadaan toko atau gerobak
penjual dawet ini di sekitar pintu gate 3 pada Selasa (4/10/2022).
Namun yang dijumpai di sisi kiri dan kanan pintu gate 3 hanya dijumpai
toko-toko mebel yang menjual barang furnitur. Tidak ada sama sekali penampakan
penjual dawet di sana sejak pagi hingga sore hari.
Salah seorang pemilik toko mebel di sana, Joko (52) menuturkan sejak dirinya
buka toko mebel di sana, tidak pernah sekalipun menjumpai penjual dawet.
''Kalau ada pun yang gerobak saja, hanya lewat. Itu juga laki-laki, bukan
ibu-ibu. Setahu saya gak ada,'' ujarnya.
Dari pengamatan reporter juga tidak memjumpai ada gerobak dawet satupun di
sekitar pintu gate 3, maupun di sekeliling stadion.
"Gak ada, Mas. Gak pernah ada liat ibu-ibu jualan dawet di sini," imbuh Joko
setelah kami pastikan lagi, seperti dilansir
Yang katanya di Pintu 3 Stadion Kanjuruhan Ada Pedagang Bakul Dawet.. Mana Pedagangnya..⁉️ pic.twitter.com/aNH4J0x8ul
— Kritik Pedas (@kr1t1kp3d45_pro) October 4, 2022
source:
KONTENISLAM➚
![[HOAX] Rekaman Penjual Dawet Sebut Aremania Mabuk di Tragedi Kanjuruhan [HOAX] Rekaman Penjual Dawet Sebut Aremania Mabuk di Tragedi Kanjuruhan](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUKR8xYIUGQVBfRk6IF_pQThvhTpLaMe56fzr_Cp8avAl8qMQFeCAL_ZEgGxkr1MhINHWwAzbmvV_QojZ6Y_hsQl4M0FaCYcWb0BKlvbq02ijwUKTBk0-fCbW-OFsemUjnaUi_vW7PMMFoEao40HEl1_cNe-5AZB7gW32x5bMoeuUAFa7Le42aNFb-/w640-h360/adsfsdfd8.jpg)
Post a Comment for "[HOAX] Rekaman Penjual Dawet Sebut Aremania Mabuk di Tragedi Kanjuruhan"