Pergeseran tanah di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan, Kabupaten Bogor, Kamis (15/9) masih terjadi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, mencatat 177 KK dari dua RW terancam dengan jumlah orang 589 jiwa akibat pergeseran tanah di Desa Bojongkoneng.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabipaten Bogor, Aris Nurjatmiko menerangkan pergeseran tanah di Desa Bojongkoneng tepatnya Kampung Curug terancama terisolir, karena hanya memliki satu akses utama.
“Jadi yang terdampak 20 KK, yang terancam saat ini 177 K dari dua RW dengan total jiwa 589. Pergeseran tanah di Desa Bojongkoneng mulainya 11 September, sebelumnya sempat tiga hari hujan, nah Selasa sore sudah mulai bergerak,” kata Aris.
Menurut Aris, Pergeseran tanah di Desa Bojongkoneng masih terasa hingga Kamis pagi.
BPBD pun meminta warga untuk mengungsi ke rumah sanak saudara atau ke tempat yang lebih aman, dikhawatirkan tanah terus bergerak.
“Tapi intensitas (pergerakan) mulai menurun. Tapi semalam pergerakannya massif. Dugaan penyebabnya karena curah hujan tinggi dari bukit di sebelah atas dan memang, Bojongkoneng ini masuk zona merah tanah longsor,” kata dia.
Sejauh ini, BPBD mencatat lima rumah warga di RW009 rusak. Selain itu, sebuah padepokan dan mushola pun mengalami kerusakan.
“Radiusnya sekitar 1 kilometer dengan kedalaman sekitar 1 meter pergeseran tanah di Desa Bojongkoneng. Saya bilang radius 1 kilometer, karena tidak semuanya kena. Hanya secara umum, jalan ini tidak bisa dilalui. Sangat rentan,” kata Aris.

Post a Comment for "Pergeseran Tanah di Bojongkoneng Masih Terjadi, Satu Kampung Terancam Terisolasi"