Hashim Sentil Pajak Warteg dan Tukang Cukur: Benarkah Bikin Negara Rugi Triliunan?
Oleh: Lhynaa Marlinaa (Daily Vlog, News Aggregator, Citizen Journalist)
Pernahkah terbayang kalau tukang cukur langgananmu atau warteg tempatmu makan siang dianggap berkontribusi pada hilangnya potensi pendapatan negara?
Baru-baru ini, Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, menyoroti besarnya "ekonomi bayangan" (grey economy) di Indonesia yang nilainya ditaksir mencapai Rp10.000 triliun. Angka fantastis ini setara 35–40% dari PDB nasional. Menariknya, contoh yang disentil justru transaksi tunai di akar rumput seperti tukang cukur bernama Anton, tukang pijat Yanti, hingga warteg yang sehari-hari menerima uang tanpa mencetak kuitansi.
Sekilas, narasinya seolah masuk akal. Angka tersebut juga sejalan dengan riset Bank Dunia. Jutaan orang jajan dan potong rambut pakai uang tunai tanpa jejak pajak, wajar jika kas negara dianggap bocor. Tapi tunggu dulu, apakah benar para pedagang kecil ini biang keroknya?
Faktanya, hukum perpajakan kita sudah berhitung realistis. Pelaku usaha dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar setahun memang tidak wajib berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP). Artinya, saat warteg atau salon rumahan tidak memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN), mereka bukan sedang melakukan kejahatan atau ngemplang pajak. Mereka sekadar beroperasi di bawah batas kewajiban hukum.
Lagipula, ngotot mengejar pajak dari jutaan tukang cukur dan pedagang kaki lima ibarat menguras kolam pakai sendok. Ongkos birokrasi, administrasi, dan waktu petugas yang turun ke lapangan bisa jauh lebih mahal daripada recehan pajak yang berhasil dikumpulkan.
Jadi, persoalan Rp10.000 triliun ini memunculkan pertanyaan yang jauh lebih krusial. Mungkinkah narasi menyalahkan sektor informal ini cuma "tirai asap" untuk menutupi kebocoran pajak yang sebenarnya jauh lebih masif? Ketimbang sibuk mengintip laci kasir warteg, PR terbesar negara justru memastikan transparansi pajak di gedung-gedung bertingkat milik korporasi raksasa.
Sumber: fb➚
Post a Comment for "Warteg dan Tukang Cukur diPajakin !!!"