Ikuti kami di

Peringati Sumpah Pemuda, Mahasiswa di Makassar Blokade Jalan, Desak Pemerintah Tangani Karhutla



MAKASSAR -- Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda di Makassar, Rabu (28/10/2026), diwarnai aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM).

Aksi yang berlangsung di pertigaan Hertasning-Pettarani itu mengangkat persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

Dalam aksinya, massa melakukan blokade jalan, membakar ban, hingga menyandera sebuah mobil tronton. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan “SATU NUSA, SATU BANGSA: PEMUDA BERSATU LAWAN KARHUTLA!” sebagai bentuk penyampaian aspirasi.

Para mahasiswa membawa sejumlah tuntutan, mulai dari mendesak pemerintah segera menangani karhutla, memprioritaskan pemulihan dan bantuan kesehatan bagi masyarakat terdampak, hingga meminta Menteri Kehutanan dicopot dari jabatannya.

Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. GAM menilai persoalan karhutla masih membutuhkan penanganan yang lebih serius, terutama dalam upaya pencegahan bencana dan perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.

GAM Sesalkan Lemahnya Penanganan Karhutla

Panglima Besar Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), Andi Fajar Wasis, mengungkapkan alasan pihaknya menggelar aksi unjuk rasa bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.

Aksi tersebut menjadi bentuk protes mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang masih terjadi di Indonesia, terutama terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dikatakan Fajar, momentum Sumpah Pemuda seharusnya menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk mengevaluasi berbagai persoalan bangsa yang belum terselesaikan.

Ia menegaskan, GAM turun ke jalan dengan membawa tema gerakan yang menuntut pertanggungjawaban negara atas persoalan darurat karhutla.

Sumpah Pemuda Jadi Momentum Kritik

Fajar menjelaskan, aksi unjuk rasa tersebut merupakan inisiatif mahasiswa untuk menyuarakan kritik terhadap persoalan yang masih membayangi Indonesia di tengah peringatan hari bersejarah bagi pemuda.

"Pada momentum Sumpah Pemuda ini masih banyak persoalan, masih banyak problematika yang kemudian lahir di republik ini sehingga kami melakukan inisiatif untuk melakukan aksi unjuk rasa, karena itu adalah bagian daripada bentuk protes terhadap di momentum Sumpah Pemuda ini," ujar Fajar di lokasi aksi.

Adapun tuntutannya, kata Fajar, menagih janji tanggung jawab negara atas darurat kebakaran hutan dan lahan yang belum selesai sampai hari ini.

Desak Pemerintah Tangani Karhutla

Dalam aksi tersebut, GAM menyampaikan sejumlah tuntutan. Salah satunya mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Fajar menegaskan, penanganan karhutla perlu menjadi perhatian serius pemerintah agar persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut.

"Yang di mana isu tuntutan kami itu membawa yang pertama, itu adalah mendesak pemerintah pusat atau bahkan pemerintahan daerah untuk segera melakukan ataupun mengatasi kebagian ataupun cara mengatasi kebakaran hutan di kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah yang terjadi di provinsi di republik ini," tegasnya.

Minta Bantuan Kesehatan bagi Warga Terdampak

Selain penanganan kebakaran, GAM meminta pemerintah memprioritaskan bantuan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat dampak karhutla.

Menurut Fajar, warga terdampak harus mendapatkan perhatian dan penanganan yang memadai dari pemerintah.

"Kemudian yang kedua, kami juga meminta agar mengenai dampak kebakaran hutan dan lahan ini itu segera diatasi dengan cara melakukan bantuan kesehatan terhadap orang-orang yang kemudian terkena penyakit dan harus diprioritaskan oleh pemerintah," imbuhnya.

Tuntutan terakhir yang disampaikan GAM adalah meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Fajar bilang, pihaknya menganggap Menteri Kehutanan belum mampu menangani persoalan karhutla, termasuk dalam upaya mitigasi bencana.

"Yang terakhir, kami meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Menteri Kehutanan dalam hal ini adalah Raja Juli Antoni yang kemudian kami anggap tidak becus dan tidak mampu melakukan penanganan ataupun pengatasan langkah mitigasi persoalan kebakaran hutan dan lahan," kuncinya.

(Muhsin/fajar)

Sumber: fajar➚

Post a Comment for "Peringati Sumpah Pemuda, Mahasiswa di Makassar Blokade Jalan, Desak Pemerintah Tangani Karhutla"

𝐒𝐔𝐏𝐏𝐎𝐑𝐓 & 𝗜𝗞𝗨𝗧𝗜 𝗖𝗛𝗔𝗡𝗘𝗟 𝗞𝗔𝗠𝗜 :

Ikuti Telegram belumadajudul.com   Ikuti Whatsapp belumadajudul.com  

𝐒𝐔𝐏𝐏𝐎𝐑𝐓 & 𝗜𝗞𝗨𝗧𝗜 𝗖𝗛𝗔𝗡𝗘𝗟 𝗞𝗔𝗠𝗜 :

Ikuti Telegram belumadajudul.com   Ikuti Whatsapp belumadajudul.com