BelumAdaJudul.com - Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron kembali
mendapat sorotan tajam dari Rusia, kali ini dari Wakil Ketua Dewan Keamanan
Federasi Dmitry Medvedev.
Lewat Cuitannya pada Selasa (16/5) waktu Moskow, ia mengklaim bahwa pemimpin
Prancis itu terlalu banyak menghirup udara Prancis yang sudah terkontaminasi
limbah kokain dari Ukraina.
"Seseorang, yang menyebut dirinya presiden Prancis, mengatakan bahwa Rusia
telah kalah secara geopolitik, dan berubah menjadi pengikut negara lain.
Presiden Republik itu jelas dirugikan karena telah bersosialisasi dengan
pecandu Kyiv. Dia terlalu banyak menghirup udara hangat Paris yang bercampur
dengan limbah kokain Ukraina," kata Medvedev, dalam cuitannya yang terpantau
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (17/5).
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar "L'Opinion" selama akhir pekan lalu,
Macron mengatakan bahwa Rusia "secara geopolitik" telah kalah perang di
Ukraina.
“Rusia telah kalah secara geopolitik,” katanya, mengacu pada hubungan Moskow
dengan sekutu tradisionalnya, China.
Macron juga secara terang-terangan mengatakan bahwa Rusia saat ini berada di
bawah pengaruh China dan sangat tergantung pada China.
"Kerugian geopolitik?" sindir Medvedev dalam cuitannya yang cukup panjang.
"Pada tahun 2022 NATO dengan malas mengusir kami ketika masalah itu menyangkut
jaminan keamanan. Seperti, tinggalkan kami sendiri, tidak ada waktu untukmu.
Dan sekarang? Semua negara anggota NATO tidur di malam hari, dan bangun di
pagi hari memikirkan Rusia," katanya.
Medvedev juga menyoroti klaim disebarkan beberapa pemimpin Barat. menyebut
mereka sebagai pengecut atas klaim tak berdasar tentang Rusia.
"Jadi, jika (Macron menyebut ada kerugian) memang ada kerugian, dan itu adalah
politik primitif NATO, yang dengan ambisinya berusaha memainkan peran di abad
ke-21, dan gagal," katanya.
Berbicara tentang bergantung pada China, kata Medvedev, Prancislah yang justru
begitu terbius dengan AS sehingga mudah melakukan apa saja untuk AS dan
mengatakan hal yang tidak-tidak tentang Rusia.
"Seperti yang mereka katakan, tel maitre, tel valet," kata Medvedev, yang
berarti "hamba bertindak sesuai dengan kepribadian tuannya".
Cuitan medvedev itu mendapat reaksi yang beragam dan telah disukai oleh hampir
1 juta pengguna.
Pernyataan Macron sebelumnya juga telah mendapat kecaman keras dari Juru
Bicara Presiden Rusia, Dmitry Peskov. Mengecamnya sebagai penyebar retorika
yang memancing kesalahpahaman tentang sifat hubungan Rusia-China.
Sumber :
Tag :
#NATO

Post a Comment for "Tanggapi Pernyataan Macron, Medvedev: Dia Terlalu Banyak Hirup Udara Paris yang Bercampur dengan Limbah Ukraina"