Politik identitas akan sulit dihindari dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024
mendatang. Namun, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tasikmalaya
menilai justru di daerah yang bakal lebih kompleks adalah persoalan politik
uang.
Selain itu, persoalan politik identitas juga hanya dianggap sebagai
peluru-peluru permainan elite politik di pusat yang tidak percaya diri akan
kapabilitasnya.
Menurut data Economist Intelligence Unit (EUI), demokrasi Indonesia pada 2021
masih tertinggal jauh. Ada di urutan 52 di dunia dengan skors 6,71.
Sehingga, Ketua FKUB Kabupaten Tasikmalaya, Edeng Zaenal Abidin menilai,
sebagai negara yang masih terbelakang dalam hal demokrasi, Indonesia tidak
akan pernah terhindar dari politik identitas.
"Di Amerika saja kemarin waktu Pilpres zamannya Trump, politik identitas ini
jelas sangat kental kok, padahal katanya negara ini asalnya demokrasi,"
terangnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.
Hampir 60 persen masyarakat, ucap Edeng, bersinggungan bahkan cenderung
menjadi pelaku politik uang di pusat, bahkan hingga ke daerah. Jika
dibandingkan dengan kasus politik identitas, gapnya cukup jauh.
"Yang paling berbahaya dan bikin Pemilu tidak berkualitas itu karena money
politic, bukan politik identitas. Politik identitas masyarakat juga enggak
tahu, itu hanya elite-elite saja yang ribut," tandasnya.
sumber: RMOL➚

Post a Comment for "Politik Identitas Mainan Elite, Politik Uang Lebih Ancam Proses Demokrasi di Daerah"