BELUMADAJUDUL.COM - Wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa jadi 9 tahun
santer menjadi polemik. Adalah politikus PDIP Budiman Sudjatmiko yang getol
mendukung perpanjangan masa jabatan kades.
Diketahui, Budiman Sudjatmiko adalah Ketua Panitia Khusus Rancangan
Undang-undang Desa. Di mana saat ini aturan masa jabatan kades adalah 6 tahun
dan selama 3 periode.
Diketahui juga, pada Selasa (17/1/2023), ribuan kepala desa dari penjuru
daerah 'menggeruduk' gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. Mereka mendesak agar
masa jabatan kades diperpanjang jadi 9 tahun.
Di saat yang sama, Budiman Sudjatmiko dipanggil Jokowi ke Istana, kapasitasnya
sebagai pembuat Naskah Akademik Undang-undang Desa.
Usai pertemuan dengan Jokowi, Budiman mengaku Presiden sepakat dengan tuntutan
perpanjangan masa jabatan kades 9 tahun.
"Saya bicara dengan Pak Jokowi dan pak Jokowi mengatakan sepakat dengan
tuntutan itu. Beliau, pak presiden mengatakan tuntutan itu masuk akal, ya,"
kata Budiman.
Budiman menerangkan kalau masa jabatan kepala desa itu 6 tahun untuk satu kali
periode. Kepala desa juga bisa menjabat selama dua periode lagi apabila
terpilih. Ia mengklaim, aturan itu ternyata banyak menimbulkan efek sosial di
lapangan.
"Karena kalau kita pilih kepala desa kan dengan tetangga dengan saudara
sendiri itu kadang-kadang 3 tahun, 2 tahun pertama itu nggak selesai
konfliknya. Sehingga sisa 3 tahun atau 4 tahun nggak cukup untuk membangun
desa," terangnya.
"Sementara harus pilkades lagi sehingga kerja konsentrasi bangun desa (hanya)
2/3 tahun. Sementara 3/4 tahun habis untuk berkelahi," sambung Budiman.
Dengan demikian, ribuan kepala desa menuntut agar masa jabatannya diperpanjang
menjadi 9 tahun untuk satu kali periode.
"Jadi saya berani katakan, meski saya tak wakili kepala-kepala desa itu, tapi
karena saya diajak bicara, beliau setuju dengan tuntutan itu. Tinggal nanti
dibicarakan di DPR," kata Budiman.
Budiman juga menyebut, Presiden Jokowi juga akan segera membahas perihal
revisi Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dengan jajarannya.
"Yang saya tangkap beliau segera akan berbicara dengan pastinya
menteri-menteri terkait, akan berbicara dengan desa," ucap Budiman.
Alasan Budiman Dinilai Tak Masuk Akal
Di sisi lain, politikus Partai Demokrat, Benny K Harman menyoroti wacana
perpanjangan masa jabatan kades jadi 9 tahun. Ia menilai alasan yang
disampaikan politikus PDIP, Budiman Sudjatmiko tak masuk akal.
Benny merasa keheranan dan menyebut hal tersebut sangatlah janggal. Bahkan
dirinya bertanya-tanya apakah memang Budiman Sudjatmiko meminta hal tersebut
kepada Presiden Jokowi.
“Apa benar Mas Budiman Sudjatmiko minta presiden perpanjang masa jabatan Kades
9 tahun? Untuk apa?” ujar Benny di Twitter sebagaimana dikutip dari Warta
Ekonomi (media partner Suara.com), Selasa (24/1/2023).
Benny kembali melontarkan pertanyaan, apakah alasan Budiman mengusulkan
perpanjangan masa jabatan kades, sama dengan alasan perpanjangan masa jabatan
presiden.
“Jangan-jangan alasan sama dipake untuk perpanjang masa jabatan presiden?
Minta Pemilu ditunda?” katanya.
“Kalo bisa janganlah. Nanti demokrasi yang kita perjuangkan rusak berantakan!
Salam hangat,” pintanya.
Lebih Baik Minta Anggaran Desa Ditambah
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah menilai lebih baik
para kades meminta agar anggaran desa dan anggaran gaji ditambah ketimbang
memperpanjang masa jabatan jadi 9 tahun.
"Coba yang diminta adalah sesuatu yang membuat desa menerima transfer yang
lebih besar setiap tahun dari pemerintah di atasnya. Itu lebih real dari pada
memperpanjang masa jabatan," kata Fahri dalam acara Gelora Talks ke-79
bertajuk "Qparat Desa Unjuk Aksi, DPR Beraksi, Ada Apa?" yang dikutip Kamis
(26/1/2023).
"Saat ini justru terlalu banyak anggaran yang terpotong di tingkat pemerintah
pusat daripada di desa. Harus ada Presiden yang berani menjanjikan, kalau dia
terpilih Rp 5 miliar setiap desa misalnya," sambungnya.
Fahri mengatakan, peningkatan anggaran desa harus meningkat agar pengelolaan
desanya juga meningkat. Sebab, pembangunan desa, terutama infrastruktur dan
pengelolaan kebersihan desa saat ini sedang masif dilakukan.
Jika insfrastrukturnya bagus dan pengelolaan kebersihanya di desa-desa dijaga,
maka bisa meningkatkan potensi pariwisata. Kata Fahri, hal itulah yang
harusnya menjadi fokus perjuangan para kepala desa, bukan sebaliknya meminta
penambahan masa jabatan.
sumber: SUARA➚

Post a Comment for "Polemik Jabatan Kades 9 Tahun, Demi Kesejahteraan Atau Syahwat Kekuasaan?"