Sektor industri Tanah Air diharapkan terus tumbuh sejalan dengan Purchasing
Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang mengalami ekspansi ke level 51,8
pada Oktober 2022.
Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto berujar, Indonesia adalah pasar
kendaraan bermotor terbesar di ASEAN.
"Car ratio R4 masih rendah, yakni sebesar 99 mobil per 1.000 penduduk. Ini
menandakan industri otomotif masih berpotensi besar untuk tumbuh di masa
depan,” ujar Airlangga Hartarto di acara The First Production of Local
Electrified Vehicle: From Indonesia to the World di Karawang, Senin (21/11).
Mengutip data Gaikindo pada Oktober 2022 pendistribusian dari pabrik ke dealer
mobil baru tercatat sebanyak 93,19 ribu unit atau tumbuh 23,37% (yoy) jika
dibandingkan Oktober 2021.
Sementara itu, potensi permintaan Electric Vehicle (EV) atau kendaraan listrik
di dunia diperkirakan terus meningkat dan mencapai sekitar 55 juta unit EV
hingga 2040.
Untuk menangkap peluang tersebut sekaligus mendukung agenda perubahan iklim
(COP21), Indonesia telah menerbitkan Perpres 55/2019 tentang Percepatan
Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL BB)/BEV untuk Transportasi
Jalan.
Berbagai regulasi turunan dari Perpres tersebut juga telah diterbitkan dalam
rangka mempercepat pengembangan ekosistem KBL-BB di Indonesia.
"Semoga langkah produksi mobil dengan teknologi elektrifikasi ini dapat
memberikan manfaat bagi ketahanan ekonomi serta mendukung komitmen net zero
emission,” jelas Menko Airlangga.
source:
RMOL➚

Post a Comment for "Menko Airlangga Yakin Industri Otomotif Dalam Negeri Tumbuh Besar di Masa Depan"