Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, memberlakukan rekayasa
lalu lintas di sekitar Istana Negara, Jumat (4/11/2022).
Rekayasa lalin imbas adanya aksi demonstrasi yang akan dihelat oleh kelompok
Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) dengan tahuk Aksi Bela Rakyat (Akbar).
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman mengatakan, rekayasa lalin
dengan skema alih arus ini dilakukan pihaknya guna mengantisipasi terjadinya
kepadatan lalu lintas, selain dari untuk mengoptimalkan giat pengamanan aksi
demonstrasi.
"Alih arus dilaksanakan Jum'at 4 November 2022 pukul 10.00 WIB sampai
selesai," ujar Latif, saat dikonfirmasi Kamis (3/11/2022).
Karenanya, lanjut Latif, masyarakat yang akan menuju area sekitar Istana
Negara, diimbau untuk mencari rute alternatif lain agar tak terjebak kepadatan
pada saat rekayasan lalin ini dilakukan.
"Masyarakat yang akan menuju area sekitar Istana Negara agar mencari jalan
alternatif lain," paparnya.
Adapun skenario rekayasa lalin yang aman diberlakukan esok hari, tutur Latif,
akan dimulai dari arah Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang menuju Jalan Medan
Merdeka Barat akan dialihkan ke Jalan Kebon Sirih.
Sementara arus lalu libtas dari arah Kebon Sirih, ucap dia, dialihkan menuju
arah Patung Kuda Arjuna Wiwaha dan diluruskan ke arah Tugu Tani.
"Kemudian, arus lalu lintas dari Jalan Ridwan Rais menuju Jalan Medan Merdeka
Selatan, diluruskan ke Jalan Medan Merdeka Timur. Sementara arus lalin dari
arah Jalan Hayam Wuruk menuju Jalan Majapahit/Jalan Merdeka Utara, dialihkan
ke Jalan Juanda atau ke Jalan Suryopranoto," papar Latif
"Jalan Abdul Muis menuju Jalan Gajah Mada juga dialihkan ke Jalan Tanah Abang
Satu," sambungnya.
Sementara itu, arus lalu lintas dari arah Jalan Medan Merdeka Timur dialihkan
ke Jalan Perwira.
"Untuk Jalan Veteran I, II, dan III dilakukan penutupan," tukas Latif.
Sementara itu, Presidium GNPR, Habib Muhammad bin Husein Al-Athhas mengatakan,
bahwa GNPR dan rakyat telah beberapa kali turun ke jalan menyuarakan aspirasi
rakyat atas berbagai kebijakan dan keadaan yang ditimbulkan oleh pemerintah,
yang harus segera dibenahi dan diperbaiki untuk kehidupan masyarakat yang
lebih baik.
Namun, menurutnya, seluruh aspirasi tersebut tidak pernah digubris dan
diindahkan oleh pemerintah.
Maka dari itu, ucap dia, GNPR berpendapat dan meyakini bahwa hal ini
dikarenakan gagalnya pemerintahan yang dikepalai oleh Presiden Joko Widodo
(Jokowi) dalam membawa kehidupan rakyat ke arah yang lebih baik dalam kondisi
saat ini.
"Bahwa oleh karena itu, kami menuntut yang terhormat Presiden Joko Widodo
dengan Legowo untuk mundur sesuai Ketetapan MPR Nomor VI/MPR/2001 Tentang
Etika Politik dan Pemerintahan. Permintaan logis kami tersebut adalah suatu
hal yang lumrah dalam kehidupan berdemokrasi dan dilindungi," pungkasnya.
source: poskota➚

Post a Comment for "Demo 411, Polda Metro Jaya Berlakukan Rekayasa Lalin di Sekitar Istana Negara"