Beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju tampak sibuk dengan urusan pencapresan
pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera
menyinggung tindakan Presiden Jokowi yang berulang kali mengingatkan kondisi
global pada 2023.
Mardani mengatakan, Jokowi kerap mengingatkan pada 2023 Indonesia akan
dihadapkan dengan situasi yang berat bahkan ancaman resesi juga pernah
disampaikan olehnya. Menurut Mardani, sudah menjadi kode Jokowi bagi para
menterinya untuk bisa fokus menjalankan tugasnya.
"Dengan berapa kali jangan business as usual, winter is coming, 2023 berat
sekali, sebetulnya sedang memberikan message, ayo, menteri jangan main-main,
kita mendapat amanah yang berat, rakyat 267 juta itu tergantung dari kinerja
menteri dan presiden jadi fokus, fokus, fokus," kata Mardani dalam diskusi
yang digelar PKS Legislative Corner melalui YouTube PKSTV pada Jumat
(4/11/2022).
Mardani menyambut baik ketika mendengar Jokowi akan mengevaluasi menterinya
yang terlalu sibuk dengan urusan pencapresannya.
Namun di sisi lain, Mardani menyarankan agar menteri yang hendak maju pada
perhelatan pesta demokrat untuk bisa mundur demi kebaikan Jokowi dan kabinet.
"Apresiasi kalau pak Jokowi akan mengevaluasi bahkan lebih baik kalau pak
Jokowi mendahului, ya, saya sih menyeru mereka yang sudah sibuk nyapres mundur
saja, itu bagus untuk pak Jokowi."
Sebelumnya, putusan MK tersebut tertuang dalam amar Putusan Nomor
68/PUU-XX/2022. Dalam amar putusan dijelaskan bahwa "Pejabat negara yang
dicalonkan oleh Partai Politik Peserta Pemilu atau Gabungan Partai Politik
sebagai calon Presiden atau calon Wakil Presiden harus mengundurkan diri dari
jabatannya, kecuali Presiden, Wakil Presiden, Pimpinan dan anggota MPR,
Pimpinan dan anggota DPR, pimpinan dan anggota DPD, gubernur, wakil gubernur,
bupati, wakil bupati, walikota, dan wakil walikota, termasuk menteri dan
pejabat setingkat menteri, sepanjang menteri dan pejabat setingkat menteri
mendapatkan persetujuan dan izin cuti dari Presiden".
Jokowi Minta Tugas Diutamakan
Presiden Jokowi menanggapi perihal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak
melarang menteri mundur apabila mencalonkan diri sebagai capres. Jokowi
menegaskan akan mengevaluasi apabila kesibukan menteri untuk nyapres malah
mengganggu kinerja sebagai pembantunya di kabinet.
Senada dengan MK, Jokowi juga nampak tidak masalah apabila ada menteri yang
berniat untuk maju di Pilpres 2024. Namun, Jokowi menekankan kalau tugas
sebagai menteri menjadi hal yang paling utama.
"Ya, tugas sebagai menteri harus diutamakan," kata Jokowi usai meninjau
pameran Indo Defence 2022 Expo dan Forum di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu
(2/11/2022).
Meski demikian, Jokowi juga tidak akan menutup kemungkinan bakal melakukan
evaluasi apabila urusan 'nyapres' malah mengganggu tugas-tugas dari menteri
itu sendiri.
"Tetapi kalau kita lihat nanti mengganggu, ya, akan dievaluasi. Apakah harus
cuti panjang banget atau tidak."
source: SUARA➚

Post a Comment for "Ada Menteri Sibuk Urusan Copras-Capres, PKS: Padahal Jokowi Sudah Ingatkan Soal Situasi 2023 Bakal Berat"