Akademisi Cross Culture, Ali Syarief menyinggung cara aparat Kepolisian dalam
meredam amukan massa di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022).
Tragedi yang membuat 125 nyawa tewas (data Polri) tidak hanya menyita publik
tanah air. Namun juga disoroti publik dunia.
"Lagi-lagi Polisi off site. Sekarang dibahas oleh peminat dan pemerhati sepak
bola dunia," ujar Ali Syarief dikutip dari unggahan twitternya, @alisyarief
(2/10/2022).
Ali Syarief menambahkan, FIFA jelas melarang menggunakan gas air mata, tetapi
dihiraukan aparat petugas di apangan.
"ketahuan Polisi menggunakan gas air mata di lapang sepok bola seperti
dilarang FIFA. Gawat, penegak hukum, tetapi tidak faham, jd protapnya
ngawur..," tandasnya.
Polisi sendiri dianggap menyalahi aturan dengan menggunakan gas air mata.
Terlebih ditembakkan ke arah tribun penonton.
Akibatnya banyak penonton yang berdesak-desakan untuk menghindari gas air mata
di pintu keluar. Belum lagi sesak nafas akibat gas.
source: FAJAR➚

Post a Comment for "Penggunaan Gas Air Mata oleh Polisi Disorot Dunia, Ali Syarief: Gawat Protapnya Ngawur"