Ketua Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali menyoroti penggunaan
gas air mata
dalam kerusuhan kelam
Stadion Kanjuruhan Malang, 1 Oktober 2022.
Menurut Akmal Marhali, tembakan
gas air mata
jadi salah satu penyebab korban jiwa berjatuhan dalam tragedi berdarah
tersebut.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua SOS itu di akun Twitter pribadinya sekaligus
mengunggah kondisi mencekam di
Stadion Kanjuruhan Malang.
"Penembakan gas air mata salah satu penyebab puluhan jiwa tewas di stadion
kanjuruhan" ujar Akmal, dilansir dari Twitter @akmalmarhali, pada Minggu 2
September 2022.
Akmal Marhali juga mengungkapkan kompetisi sepak bola Indonesia tidak
sebanding dengan nyawa.
Maka dari itu ia mendesak agar kompetisi Liga 1 lebih baik disetop dulu.
"STOP KOMPETISI ATAS DASAR KEMANUSIAAN!" tulis Akmal.
Ia juga terlihat menandai akun Twitter Presiden Jokowi dan Wakil Presiden
Maruf Amin.
Di unggahan lainnya, Akmal Marhali juga menyinggung pasal FIFA soal pelarangan
pemakaian gas air mata untuk pengamanan stadion.
Selain gas air mata, ada juga senjata api yang dilarang dipakai saat adanya
kerusuhan di stadion.
"Pada pasal 19 FIFA Safety and Security Stadium poin b ditegaskan bahwa
senjata api dan gas air mata dilarang digunakan dalam pengamanan stadion,"
ujar Akmal Marhali.
Sikap PSSI
PSSI kecam kerusuhan berdarah di
Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu 1 Oktober 2022.
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan sesalkan adanya insiden kelam tersebut.
Kabarnya korban jiwa berjatuhan dalam peristiwa 'berdarah' di Kanjuruhan ini.
Peristiwa kelam ini ini imbas dari kericuhan usai pertandingan Arema FC dan
Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3
Ribuan suporter Arema FC turun ke lapangan meluapkan emosi karena timnya
kalah.
"PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Kami
berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas
insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera
berangkat ke Malang," ucap Iwan Bule, dilansir dari laman resmi PSSI.
PSSI kemudian mengambil sikap dengan memberikan hukuman untuk Arema FC.
"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan selama satu pekan.
Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi
musim ini," tukasnya.
source:
DISWAY➚
Post a Comment for "Gas Air Mata Dituding 'Biang' Munculnya Korban Tragedi Kanjuruhan, Akmal Marhali Bocorkan Pasal FIFA"