BelumAdaJudul.com - Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia akhirnya
buka suara terkait kasus Soimah yang meng-klaim mendapatkan perlakuan tidak
mengenakkan oleh oknum Direktorat Jenderal Pajak.
Diketahui, pada tahun 2015, Soimah pernah didatangi oleh para petugas yang
diduga merupakan pegawai pajak.
Alih-alih mendapatkan kesan baik, pesinden tersebut justru mendapatkan
perlakuan yang kurang enak, salah satunya adalah adanya debt collector.
Bahkan, sosok yang diduga merupakan pegawai pajak tersebut datang ke rumah
Soimah tanpa permisi.
Sesaat setelah kasus ini viral, Yustinus Prastowo, staf khusus Kementerian
Keuangan (Kemenkeu) langsung memberikan bantahan.
Menurut pihak Kemenkeu, kemungkinan besar yang saat itu datang merupakan
petugas Badan Pertahanan Nasional (BPN) dan Pemerintah Daerah (Pemda)
setempat.
Pun dengan perlakuan kurang baik yang dilontarkan Soimah, menurut Prastowo hal
ini tidak benar adanya.
Para petugas sudah melakukan semuanya sesuai dengan Standart Operating
Procedure (SOP) yang semestinya.
Bahkan Yustinus Prastowo mengatakan bahwa kala itu, Soimah tidak bertemu
secara langsung dengan petugas di lokasi.
Sadar bahwa Ditjen Pajak RI dan Kemenkeu juga ikut mendapatkan "noda" dalam
kasus ini, Sri Mulyani pun angkat suara.
Orang nomor satu di Kemenkeu tersebut langsung meminta timnya untuk
menindaklanjuti kasus ini melalui akun Instagram pribadinya.
"Saya meminta tim @ditjenpajakri melakukan penelitian masalah yang dialami Bu
Soimah," tulis @smindrawati, dikutip Mengerti.id pada 10 April 2023.
Terkait 'debt collector' yang dilayangkan Soimah ternyata tidak benar adanya.
Mereka merupakan petugas Juru Sita Pajak Negara (JSPN).
Di mana mereka bekerja sesuai arahan dan datang secara resmi dengan membawa
surat perintah.
Ketidakbenaran adanya 'debt collector' ini juga diterangkan oleh Sri Mulyani.
Bahwa Soimah merupakan sosok yang tidak pernah diperiksa di kantor pajak dan
tidak memiliki utang pajak.
Pun terkait nilai pendopo milik Soimah, petugas pajak yang melibatkan
profesional menaksir harga bangunan sekitar Rp4,7 M bukan Rp50 M seperti yang
diberitakan.
Sri Mulyani berharap adanya titik terang dalam kasus ini dan tidak ada lagi
pandangan buruk masyarakat kepada Kemenkeu dan Ditjen Pajak RI.
"Kami akan terus melakukan perbaikan pelayanan. Terima kasih atas masukan dan
kritikan yang konstruktif" tutup @smindrawati ***
Sumber :
Tag :

Post a Comment for "Bersih-Bersih Sri Mulyani di Tubuh Ditjen Pajak RI, Imbas Viral Kasus Soimah dan Diduga Oknum Petugas"