Beberapa orang yang berdemonstrasi menolak kedatangan Anies Baswedan di dekat
kawasan Jalak Harupat, Bandung mengaku dibayar Rp100 ribu. Mereka juga dikasih
makan dan minum.
“Saya mah, ikut-ikutan saja dan dikasih Rp100 ribu. Ada makan dan minum,” kata
peserta demo yang tidak maau disebutkan namanya kepada redaksi
www.suaranasional.com, Ahad (22/1/2023).
Pria yang berumur sekitar 23 tahun ini tidak mempunyai pekerjaan tetap.
“Kebetulan ada yang ngajak, saya mah ikut. Selama ini saya tidak mempunyai
pekerjaan tetap,” ungkapnya.
Peserta demo lainnya mengaku diajak untuk demonstrasi menolak kedatangan Anies
di Bandung. “Sebelum demo kami dikasih pengarahan,” paparnya.
Ia mengaku dikasih uang Rp100 ribu untuk demonstrasi menolak kedatangan Anies
di Bandung. “Uang lelah katanya. Saya terima saja,” jelasnya.
Sejumlah warga dari Aliansi Masyarakat Kabupaten Bandung (Amkab) melakukan
demonstrasi di dekat area Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Aksi
tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap kampanye yang dilakukan
Anies Baswedan.
Massa aksi membentangkan berbagai macam atribut. Mereka tak henti-hentinya
menyuarakan penolakan terhadap aktivitas yang dilakukan oleh Anies Baswedan
tersebut.
Terlihat puluhan orang berkumpul dalam aksi tersebut. Aksi itu dilakukan di
hadapan para pendukung Anies Baswedan yang melewati kawasan tersebut.
Terlihat puluhan orang berkumpul dalam aksi tersebut. Aksi itu dilakukan di
hadapan para pendukung Anies Baswedan yang melewati kawasan tersebut.
Koordinator aksi, Abie S, mengatakan aksi tersebut dilakukan secara mendadak,
sehingga yang menghadiri aksi tersebut tidak sebanyak pendukung Anies yang
mendatangi lokasi kegiatan.
Pihaknya menginginkan situasi pemilu di Kabupaten Bandung bisa berjalan aman
dan kondusif. Apalagi saat ini dalam kedatangan Anies sangat berbau kampanye.
Abie menginginkan Bawaslu bisa melakukan monitoring dalam penyelenggaraan
kegiatan tersebut. Sehingga bisa memeriksa pelanggarannya.
“Kita juga mempertanyakan pihak Bawaslu untuk bisa mengontrol dan monitoring
ini semua. Apakah ini bisa dikategorikan penyalahgunaan atau curi start. Kami
juga akan koordinasi dengan pihak Bawaslu terkait permasalahan ini,” jelasnya.
Abie menambahkan dalam aturannya kampanye seharusnya dilakukan pada bulan
November mendatang. Namun saat ini Partai Nasdem telah start lebih awal. Kita
pun dari masyarakat sudah cerdas lah, mana yang pantas pemimpin yang akan kita
pilih,” kata Abie.
“Kita tahu acara event yang diadakan Anies Baswedan ini kan event jalan sehat.
Tapi kita lihat banyak hal yang sudah mengarah terutama atribut partai yang
sudah mengarah ke kampanye,” katanya.
Abie menginginkan Bawaslu memonitor kegiatan tersebut, sehingga bisa memeriksa
pelanggarannya.
“Kita juga mempertanyakan pihak Bawaslu untuk bisa mengontrol dan monitoring
ini semua. Apakah ini bisa dikategorikan penyalahgunaan atau curi start. Kami
juga akan koordinasi dengan pihak Bawaslu terkait permasalahan ini,” jelasnya.
sumber: SUARANASIONAL➚

Post a Comment for "Peserta Demo Tolak Kedatangan Anies di Bandung Akui Dibayar Rp 100 Ribu"