Ahmad Syahrul Ramadhan yang menjadi sopir ambulans pembawa jenazah Nofriansyah
Yosua Hutabarat alias Brigadir J dihadirkan sebagai saksi dalam sidang
lanjutan terdakwa Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Ma’ruf.
Menurut keterangan Syahrul, pada pukul 19.08 WIB dirinya dikirimkan lokasi
penjemputan, dia mengaku tidak mengetahui lokasi tersebut.
Kemudian, pada pukul 19.13 WIB sebuah nomor tidak dikenal melalui WhatsApp
memintanya untuk membagikan lokasi terkini.
“Lalu jam 19.14 WIB saya kirim share loc,” ujar Syahrul, dilansir
Pikiran-rakyat.com dari PMJ News.
Syahrul menceritakan saat kaca mobilnya diketuk oleh seseorang yang tidak
dikenal dan kemudian diarahkan ke Kompleks Polri Duren Tiga.
“Masuk komplek ada gapura, di situ ada anggota Provos, lalu saya disetop mau
kemana dan tujuan apa. ‘permisi saya dapat arahan untuk jemput titik lokasi
saya kasih unjuk lihat’. Katanya ‘ya sudah mas masuk aja lurus. Minta tolong
sirine dan protokol ambulan Ambulans-nya dimatikan,” katanya.
Saat tiba di lokasi yang merupakan rumah dinas dari Ferdy Sambo, Syahrul
mengaku terkejut lantaran melihat jenazah Brigadir J di dekat tangga dan masih
berlumuran darah.
Syahrul mengatakan awalnya dirinya diminta untuk menunggu hingga akhirnya
melakukan evakuasi.
“Lalu saya bilang 'yang sakit yang mana pak?’. Katanya ikutin aja,” kata
Syahrul.
“Lalu saya jalan melewati garis police line. Abis itu saya terkejut ada satu
jasad jenazah di samping tangga, Yang Mulia,” ujarnya.
Saat itu Syahrul diminta untuk mengecek jenazah Brigadir J yang masih
mengenakan masker berwarna hitam, dan mengatakan bahwa Brigadir J sudah tidak
bernyawa.
Kemudian, Syahrul membawa jenazah Brigadir J menuju RS Polri bahkan dia sempat
menginap.
Saat awal tiba di RS Polri, Syahrul merasa heran lantaran tidak langsung ke
kamar jenazah, tapi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) terlebih dahulu.
“Pertama sampai itu gak langsung masuk forensik, Yang Mulia, ke kamar jenazah.
Tidak (ke kamar jenazah, tapi) ke IGD.
"Dan saya bertanya sama yang temani saya ‘Pak, izin kok ke IGD dulu? Biasanya
kalau saya langsung ke kamar jenazah, ke forensik.’ Dia bilang ‘wah saya gak
tahu mas. Saya ikuti perintah aja, saya nggak ngerti’,” ujar Syahril.***
source: pikiran-rakyat➚

Post a Comment for "Bawa Jenazah Brigadir J, Sopir Ambulans Ungkap Kejanggalan Saat Penjemputan di Duren Tiga"