Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia, Ade Armando
meminta agar polisi memeriksanya via zoom lantaran belum berani ke Malang,
Jawa Timur.
Politisi Partai Golkar Andi Sinulingga menyebut Ade Armando sebagai salah satu
yang mencoba mengelabui pemahaman publik yang diduga mendiskreditkan Aremania.
“Dia ini masuk salah satu aktor yang coba ngelabui pemahaman publik bahwa
tragedi kemanusiaan itu adalah karena kesalahan suporter aremania,” katanya,
Kamis, (13/10/2022).
Menurutnya, tindakan pegiat media sosial ini tidak kalah biadab dengan kader
PSS Suprapti.
“Tak kalah keji dan biadab dia dengan kader PSI yang menuduh korban-korban itu
pemabuk, tukang ngobat dan mulut para suporter pada bau alkohol,” tambah
aktivis kolaborasi warga Jakarta ini.
Diketahui, Ade dilaporkan karena diduga melanggar Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 28
Ayat 2 UU ITE.
Laporan itu masuk pada 11 Oktober lalu dengan nomor nomor
LP-B/474/X/YAN.2.4/2022/SPKT/POLRESTA MALANG KOTA/POLDA JATIM.
Pelapor adalah koordinator komunitas Aremania DC, Danny Agung Prasetyo.
Ade Armando diduga mencemarkan nama baik dan menyebarkan informasi yang
menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan.
Pelaporan ini buntut dari pernyataan Ade Armando dalam salah satu channel
YouTube dengan judul “Kok Polisi yang Disalahkan dalam Tragedi Kanjuruhan”.
Tindakan Ade Armando itu diduga menimbulkan rasa kebencian kepada Aremania.
Sebelumnya, dalam video Ade Armando cenderung mendiskreditkan Aremania dan
membela polisi.
“Pertanyaan saya apakah itu yang sisebut tindak represif dan pelanggaran HAM
oleh polisi? Sekali lagi marilah kita bersikap objektif. Yang jadi pangkal
masalah adalah suporter Arema yang sok jagoan, melanggar semua peraturan dalam
stadion dengan gaya preman masuk ke lapangan, petentengan. Dalam pandangan
saya polisi sudah melaksanakan kewajibannya,” sepenggal pernyataan Ade Armando
dalam video itu.
source:
FAJAR➚

Post a Comment for "Ade Armando Minta Diperiksa via Zoom Karena Takut ke Malang, Andi Sinulingga: Tak Kalah Keji dan Biadab dengan Kader PSI"