Belakangan ini sedang heboh di media sosial tentang skincare milik dokter Richard Lee yang di tarik Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Produk skincare milik influencer tersebut diduga mengandung obat keras yang dapat menimbulkan masalah kulit pada sebagian orang.
Menanggapi hal tersebut kepala BPOM dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D. memberikan klarifikasi tentang alasan mengapa skincare dokter Richard Lee ditarik.
Melalui cuplikan video podcast di Instagram kasisolusi (@kasisolusi), pembawa acara Deryansha Azhary menanyakan alasan mengapa BPOM melakukan hal tersebut.
Padahal menurut pria yang akrab disapa Dery ini sosok dr. Richard Lee justru sering mengedukasi mengenai skincare abal-abal.
Menurut kepala BPOM, skincare milik dokter Richard telah menyalahi aturan.
"Ya itu karena, dia kan peruntukkannya untuk kosmetik, tapi ada penyuntikan, injeksi," kata dr. Taruna Ikrar saat wawancara di podcast kasisolusi.
Lebih lanjut dr. Taruna menyarankan agar dokter Richard Lee melakukan pendaftaran kembali ke BPOM di bagian obat, psikotropik, narkotik dan adiktif.
"Jadi dia masuk ke jalur obat bukan jalur kosmetik, jalurnya beda," terang dokter yang memakai kemeja putih di podcast tersebut.
Pria yang juga seorang ilmuwan itu mengatakan bahwa pihak BPOM tidak ingin merugikan pihak mana pun. Dokter Taruna hanya ingin menyesuaikan aturan yang telah ditetapkan oleh BPOM. Karena menurut pria yang sudah menjabat sejak 19 Agustus 2024 tersebut hal tersebut untuk kepentingan pihak dr. Richard Lee bukan untuk BPOM.
"Bayangin kalau terjadi penyuntikan, lantas terjadi inflamasi, terjadi kerusakan muka Anda (dr. Richard) bisa dituntut," tegas pria 55 tahun itu.
Jika terjadi hal seperti itu kata dr. Taruna, pihak BPOM tidak akan bertanggung jawab karena izinnya adalah kosmetik buka untuk obat," tutup dr. Taruna Ikrar di video berdurasi 60 detik itu. (*)
Sumber: kilat
Foto: Potret dr. Richard Lee yang skincarenya di tarik BPOM (Instagram @dr.richard_lee)

Post a Comment for "Heboh Skincare Dokter Richard Lee Ditarik BPOM, Ternyata Ini Alasannya"