BelumAdaJudul.com - Mahasiswa adalah benteng terakhir penjaga konstitusi,
ketika terjadi krisis demokrasi dan hukum yang disertai maraknya perilaku
koruptif yang terjadi saat ini.
Begitu dikatakan politisi kawakan Rizal Ramli saat menghadiri Musyawarah
Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di
Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/3).
Kondisi kriris itu, dijelaskan Rizal Ramli, ketika para pejabat dan politisi
elite di Parlemen sibuk dengan agenda-agenda yang justru jauh dari tujuan
kesejahteraan rakyat, jauh dari cita-cita proklamasi, dan semakin tidak
sejalan dengan Pancasila.
"Hari ini kita menyaksikan seluruh sistim kenegaraan kita mengalami dekadensi
moral, etika, martabat dan prilaku," ujar Rizal Ramli.
Rizal memberikan satu contoh yang masih hangat, yakni temuan transaksi janggal
Rp 300 triliun di Kementerian Keuangan yang disampaikan Menteri Koordinator
Bidang Politik Hukum dan HAM Mahfud MD.
Saat kasus itu muncul di ruang publik, katanya, nyaris tidak ada sikap yang
jelas dari DPR RI yang notabene adalah wakil rakyat. Padahal, transaksi
janggal itu adalah bagian dari pajak-pajak yang dibayarkan rakyat.
"Bayangkan persoalan mega skandal Rp 300 triliun DPR/MPR diam, membisu. Tidak
lagi berperan mewakili kepentingan rakyat dan bangsa," katanya.
Melihat realitas itu, Rizal berharap mahasiswa dapat segera bergerak untuk
memperjuangkan kebenaran dan hajat kesejahteraan rakyat.
"Rakyat dan mahasiswa hari ini yang harus mempejuangkan suara kebenaran.
Benteng terakhir penjaga konstitusi tinggal rakyat dan mahasiswa," pungkasnya.
Sumber :
Tag :

Post a Comment for "Singgung Skandal Rp 300 Triliun, Rizal Ramli: Mahasiswa Benteng Terakhir Penjaga Konstitusi"