BelumAdaJudul.com - Presiden Amerika Serikat Joe Biden turun tangan mengatasi
krisis perbankan menyusul keruntuhan Silicon Valley Bank dan Signature Bank.
Biden mengisyaratkan peraturan baru untuk bank-bank besar di Amerika Serikat
pada Minggu (12/3/2023). Namun, Presiden AS itu harus menghadapi Kongres yang
memiliki pandangan berbeda mengenai peraturan baru yang lebih keras.
Melansir dari Reuters, tim ekonomi Biden bekerja sama dengan regulator AS
selama akhir pekan kemarin untuk menentukan tindakan setelah runtuhnya dua
bank itu, termasuk menjamin simpanan di kedua bank, menyiapkan fasilitas baru
untuk memberi bank akses ke dana darurat dan mempermudah bank untuk meminjam
dana dari Federal Reserve AS dalam keadaan darurat.
Langkah-langkah itu berhasil menurunkan kekhawatiran atas keruntuntuhan
Silicon Valley Bank dan membuat saham berjangka naik, tetapi krisis tersebut
menguji kepercayaan publik terhadap sistem keuangan AS dan kekhawatiran tetap
mengguncang pasar global.
"Orang-orang Amerika dan bisnis Amerika dapat yakin bahwa simpanan bank mereka
akan tersedia saat mereka membutuhkannya," kata Biden dalam sebuah pernyataan.
Selain itu, adanya rencana tambahan untuk menjaga ekonomi tetap pada jalurnya
di tengah krisis yang dipicu oleh keruntuhan mendadak Silicon Valley Bank
(SVB) pada pekan lalu, tambahnya dalam pidato sambutan pada Senin (13/3/2023)
pagi.
"Saya dengan tegas berkomitmen untuk meminta pertanggungjawaban penuh mereka
yang bertanggung jawab atas kekacauan ini dan melanjutkan upaya kami untuk
memperkuat pengawasan dan regulasi bank-bank besar sehingga kami tidak berada
dalam posisi ini lagi," ungkap Biden.
Aturan yang diperkenalkan setelah bank-bank AS memicu krisis keuangan global
pada 2008 oleh pinjaman hipotek yang agresif mungkin akan menjadi sorotan
dalam beberapa hari mendatang. Sebagian aturan itu dicabut pada 2018 di bawah
kepemimpinan mantan Presiden Donald Trump.
Partai Demokrat menghadapi Kongres AS yang terpecah setelah Partai Republik
mengambil alih Dewan Perwakilan Rakyat pada Januari, dan peraturan bank AS
yang baru bisa jadi sulit untuk disetujui.
"Prospek undang-undang di dunia politik yang terpolarisasi ini sangat rendah,"
kata seorang profesor di Columbia Law School, John Coffee.
“Masalah sebenarnya di sini adalah bahwa bank-bank yang memegang pinjaman atau
sekuritas tidak likuid dengan basis hold-to-maturity tidak harus menurunkannya
meskipun mereka memiliki nilai pasar jauh di bawah nilai neraca mereka. Tapi
kapan (SVB) menjual beberapa di antaranya dan mengungkapkan kerugian mereka,
mereka menimbulkan kepanikan," imbuhnya.
Senator AS Tim Scott, anggota Partai Republik dari South Carolina yang duduk
di komite urusan perbankan, perumahan dan perkotaan Senat, mengatakan penting
untuk membawa pasar ke "resolusi yang tenang dan tertib", tetapi
memperingatkan agar tidak terlalu banyak intervensi.
"Membangun budaya intervensi pemerintah tidak akan menghentikan
lembaga-lembaga di masa depan untuk bergantung pada pemerintah setelah
mengambil risiko yang berlebihan," kata Scott dalam sebuah pernyataan.
"Kami berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa," pungkas
Scott.
Sumber :
Tag :

Post a Comment for "Dua Bank Amerika Serikat Kolaps, Joe Biden Turun Tangan Atasi Krisis Perbankan"