Elite PDI Perjuangan memberi pembelaan terhadap Ketua DPR RI Puan Maharani
yang banyak dikritik karena menyambangi lokasi tragedi Itaewon di Seoul, Korea
Selatan bertepatan dengan momen peringatan 40 hari Tragedi Kanjuruhan, Malang,
Kamis (10/11) kemarin.
Politisi Senior PDIP, Hendrawan Supratikno mengatakan, Puan secara kebetulan
berada di Korea Selatan, untuk menerima gelar Honoris Causa dari Pukyong
National University di Busan pada 7 November 2022.
Menurutnya dalam memberikan sambutan jamuan sebelum acara, Puan memang
menyempatkan diri untuk menyampaikan rasa bela sungkawa terhadap korban
tragedi Hallowen Itaewon.
"Pada saat memberi sambutan jamuan sehari sebelum acara, 6 Novemver, Mbak Puan
mengawalinya dengan menyampaikan simpati dan duka cita kepada keluarga korban
tragedi Itaewon. Jadi bukan ke Korsel hanya untuk ke Itaewon," kata Hendrawan
saat dihubungi, Jumat (11/11/2022).
Menurutnya, Puan melakukan sekar bunga menyampaikan simpati terhadap tragedi
Itaewon hanya salah satu acara dari sekian banyaknya agenda. Sementara itu,
terkait tragedi Kanjuruhan, Malang, Hendrawan menyebut Puan sudah banyak
berbicara dalam berbagai kesempatan.
"Terkait Kanjuruhan, sudah disampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk
dalam forum resmi di DPR," ujarnya.
Puan Banjir Kritikan
Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani panen kritik setelah kedapatan
menyambangi lokasi tragedi Itaewon di Seoul, Korea Selatan bertepatan dengan
momen peringatan 40 hari Tragedi Kanjuruhan, Malang, Kamis (10/11).
Hujan protes terhadap Puan Maharani salah satunya terjadi di media sosial
Twitter. Grup band The Panturas, @thepanturas jadi salah satu yang paling
vokal menyuarakan kritik terhadap putri dari mantan presiden Megawati
Soekarnoputri itu.
"40 hari tragedi Kanjuruhan, Ketua DPR yang seharusnya berbicara paling
lantang mewakili rakyat malah ke Itaewon," tulis The Panturas di Twitter,
Kamis (10/11).
The Panturas turut mempertanyakan keputusan Puan yang bersama Megawati justru
memilih menghormati korban tragedi Itaewon di Korea Selatan alih-alih Tragedi
Kanjuruhan yang berada di negaranya sendiri.
"Bu Puan, besok 40 hari Kanjuruhan, kita tabur bunga aja ke Malang yuk. Kita
seharian di Malang, ikut berdoa di stadion terus abis makan siang ketemu
Kapolda buat follow up kasusnya udah sampe mana. Malemnya kita ngobrol ama
supporter bu. Ini bisa sedikit perbaiki citra Ibu," tulis The Panturas.
"Kan staff nya kudunya ada yang bisikin begitu ya. Masa kudu gua jadi DPR.
Huft."
Banyak warganet yang tersulut emosi dengan keputusan Puan Maharani ke Itaewon
alih-alih Malang. Banyak yang menduga hal itu sebagai pencitraan politik di
mana Korea Selatan lekat dengan K-Pop, budaya yang tengah digandrungi anak
muda Indonesia.
Ada juga warganet yang mempertanyakan empati Puan Maharani. Mereka
bertanya-tanya seperti apa korban Tragedi Kanjuruhan di mata Ketua DPR RI itu.
"Masalahnya ke Kanjuruhan tidak ada bobot politiknya. Kalo ke itaewon kan bisa
dapet politik luar negeri dan politik kpopers-nya. Masalah nyawa rakyat jelata
bisa dipikirin nanti-nanti saja," tulis akun @***tmr dalam kolom komentar
cuitan The Panturas.
"Tolong ya, kalau besok [Pemilu] 2024 semisal Puan Maharani vs Sumanto, tolong
menangkan Sumanto saja biar di sop orang DPR satu-satu," tulis @****wSaras.
"Kesel banget lihat beritanya, malah ke Itaewon," timpal akun @****asgiilbert.
"Dewan Perwakilan Ra waras," timpal akun @****_hf.
source: SUARA➚

Post a Comment for "Puan Banjir Kritikan Karena Pilih ke Itaewon Saat 40 Hari Tragedi Kanjuruhan, Begini Pembelaan Elite PDIP"