Pakar hukum pidana Universitas Parahyangan, Agustinus Pohan menilai Presiden
Joko Widodo (Jokowi) harus memberikan perhatian lebih terkait isu perang
bintang di balik dugaan adanya setoran uang hasil bisnis tambang ilegal dari
Aiptu Ismail Bolong ke Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.
Ia mengemukakan, isu dan dugaan adanya setoran uang ke perwira tinggi Polri
tersebut diharapkan bisa diselesaikan secara cepat dan profesional.
"Kalau benar ada perang bintang, tentu harus menjadi perhatian presiden dan
perlu memastikan penyelesaian yang cepat dan profesional," katanya kepada
wartawan pada Rabu (9/11/2022)
Sementara di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mesti
menindaklanjuti adanya Laporan Hasil Penyelidikan (LHP) Divisi Propam Polri
nomor: R/1253/IV/WAS.2.4./2022/Divpropam. Laporan yang diteken Ferdy Sambo
ketika masih menjabat Kadiv Propam Polri.
Dalam laporan yang beredar itu, memuat beberapa nama jenderal hingga perwira
menengah Polri yang diduga turut menerima uang setoran dari Ismail Bolong
terkait bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur.
"Menindaklanjuti laporan yang materinya meliputi dugaan tindak pidana
merupakan suatu kewajiban hukum," ujarnya.
*Perang Bintang*
Isu perang bintang di dalam tubuh Polri sempat dilontarkan Menteri Koordinator
bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Dia menyebut
para jenderal di Polri kekinian tengah saling buka boroknya.
Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud merespons munculnya sosok Ismail Bolong
yang mengklaim ditekan eks Karopaminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan
untuk membuat video pengakuan menjadi pengepul batu bara ilegal dan
menyetorkan uang Rp6 miliar kepada Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.
"Isu perang bintang terus menyeruak. Dalam perang ini para petinggi yang sudah
berpangkat bintang saling buka kartu," kata Mahfud kepada wartawan, Minggu
(6/11/2022).
Mahfud pun menilai kondisi tersebut mesti cepat diselesaikan.
"Ini harus segera kita redam dengan mengukir akar masalahnya," kata dia.
*Pengakuan Ismail Bolong*
Video pengakuan Ismail Bolong menyetor uang ke Kabareskrim Polri Komjen Pol
Agus Andrianto sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut, Ismail
Bolong menyebut dirinya merupakan anggota Polri yang berdinas di Satintelkam
Polresta Samarinda.
Sejak Juli 2020 hingga November 2021, Ismail Bolong menjalankan bisnis sebagai
pengepul batu bara hasil tambang ilegal di daerah Desa Santan Ulu, Kecamatan
Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Dalam sebulan, Ismail mengaku memperoleh keuntungan sekitar Rp5 miliar hingga
Rp10 miliar.
Untuk memuluskan bisnis gelapnya, Ismail Bolong lantas menyetorkan uang ke
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto. Dia mengaku telah menyetor uang
sebesar Rp6 miliar kepada jenderal bintang tiga tersebut.
"Terkait dengan kegiatan yang saya lakukan saya sudah berkoordinasi dengan
Kabareskrim yaitu ke bapak Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto dengan
memberikan uang sebanyak tiga kali yaitu pada bulan September 2021 sebesar Rp
2 miliar, Oktober 2021 sebesar Rp 2 miliar dan November 2021 sebesar Rp 2
miliar," tuturnya Ismail Bolong.
Dalam keterangan Ismail Bolong mengklaim menyetorka langsung uang tersebut
kepada Kabareskrim di ruang kerjanya.
Bukan hanya kepada Agus, Ismail Bolong juga mengklaim pernah memberikan
sumbangan ke Polres Bontang sebesar Rp 200 juta. Uang itu diserahkan ke
Kasatreskrim Bontang AKP Asriadi di ruang kerjanya.
Namun, belakangan mucul video klarifikasi dari Ismail Bolong. Dalam video
klarifikasinya, Ismail Bolong mengklaim video testimoni tersebut dibuat pada
Februari 2022 di bawah tekanan dari Brigjen Hendra Kurniawan yang ketika itu
menjabat Karopaminal Divisi Propam Polri.
"Saya kaget viral sekarang. Saya perlu jelaskan bahwa pada bulan Februari itu
datang anggota Mabes Polri dari Paminal Mabes Polri memeriksa saya untuk
memberikan testimoni kepada Kabareskrim dalam penuh tekanan dari Pak Hendra,
Brigjen Hendra pada saat itu saya komunikasi melalui HP melalui anggota
Paminal dengan mengancam akan bawa kamu ke Jakarta kalau nggak mau melakukan
testimoni," ungkapnya.
source: SUARA➚

Post a Comment for "Isu Perang Bintang di Balik Dugaan Uang Setoran Tambang ke Kabareskrim, Pakar: Harus Jadi Perhatian Presiden"