Ikuti kami di

Leluhur Prabowo Tersohor Sebagai Penangkap Pangeran Diponegoro


Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan selalu mengungkapkan jika dirinya memiliki keturunan Minahasa. Terakhir, Prabowo mengucapkannya saat debat keempat, Sabtu (30/3).

"Maaf Pak, suara saya keras, saya ini setengah Banyumas, setengah Minahasa," tutur Prabowo dalam debat.

Darah Minahasa yang mengalir dalam tubuh Prabowo Subianto, mengalir dari ibunya, Dora Marie Sigar. Ibu Dora adalah orang asli Langowan Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Ditemui di Toraget, Kecamatan Langowan Utara, Danny Daniel Sumolang, Ketua Rukun Keluarga Sigar-Maengkom menyebutkan jika Prabowo adalah keturunan ketiga dari dotu Sigar, yang merupakan orang penting di Minahasa, Sulawesi Utara.

"Dotu Prabowo Tawaijln Sigar itu terkenal orang berkekuatan dan memiliki kekayaan. Memiliki keturunan kedua Frederik Sigar yang kemudian menikah dengan Corneli Maengkom dan memiliki anak Dora Marie Sigar, ibunda Prabowo. Jadi Prabowo itu memang asli turunan dotu Tawaijln Sigar," kata Sumolang saat ditemui di rumahnya, Kamis (28/3) pekan lalu.

Sumolang menjelaskan, jika dotu Prabowo, Tawaijln Sigar yang merupakan orang berkekuatan dan tokoh masyarakat, terkenal karena menjadi orang yang ikut berperang dan menangkap Pangeran Diponegoro.

"Ceritanya, dotu Tawaijln Sigar ini memiliki kekuatan bisa terbang. Sekali dia melompat bisa sampai ke Sulawesi Tengah," cerita Sumolang.

Sumolang menyebutkan, saat ini di Langowan, seluruh keluarga Sigar sudah jelas mendukung Prabowo Subianto sebagai Presiden RI. Hal ini dikarenakan, Prabowo tidak pernah sekalipun melupakan sejarah keturunannya hingga saat ini.

"Sejak masih pak Sumitro (ayah Prabowo), itu selalu datang ziarah ke Langowan. Prabowo dan Hasyim juga sering datang. Mereka lebih banyak datang tanpa pemberitahuan. Kadang saya dapat laporan mereka sudah ada di kubur lakukan ziarah," tutur Sumolang.

"Jadi tidak benar ada orang bilang, Prabowo nanti Calon Presiden baru mengaku sebagai orang Langowan, orang Minahasa."

Keluarga di Langowan Terkenal Berharta dan Dermawan

Keluarga besar Dora Marie Sigar, ibunda dari Prabowo Subianto di Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dikenal sebagai orang terpandang, memiliki kekayaan dan juga dermawan. 

Bahkan, beberapa aset milik keluarga keturunan dotu atau leluhur Tawaijln Sigar, sering dihibahkan untuk dijadikan tempat-tempat yang menjadi pusat kegiatan publik seperti lapangan dan rumah ibadah.

Beberapa aset tanah lainnya juga dibagi-bagikan kepada orang-orang yang awalnya menjaga perkebunan atau tanah milik keluarga besar tersebut.

"Gereja misionaris pertama di langowan yakni Gereja GMIM Schwarz Sentrum Langowan itu berdiri di atas tanah hibah keluarga Sigar. Begitu juga lapangan desa," tutur Ketua Rukun Keluarga Sigar-Maengkom, Danny Daniel Sumolang, akhir Maret lalu.

Menurut Sumolang, jika ada yang mengungkit kekayaan dari Prabowo Subianto saat ini disebut-sebut didapatkan dengan cara yang tidak baik, adalah salah besar, karena keluarga Prabowo Subianto dari sisi ibunya begitu besar.

"Bahkan, Prabowo Subianto yang namanya masuk dalam riwayat keluarga, tidak pernah mempermasalahkan kekayaannya di Langowan yang kalau dia mau, bisa dia cari," tutur Sumolang.

Prabowo dan Keluarga Rajin Kunjungi Langowan

Langowan di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, selalu menjadi tempat khusus untuk keluarga Prabowo Subianto. Sejak belum mencalonkan diri sebagai Presiden, baik Prabowo dan Hashim sering berkunjung diam-diam ke Langowan.

"Kadangkala datang dulu singgah di rumah, atau saya kadangkala tinggal dapat laporan dari warga di sekitaran kubur, kalau ada yang lagi ziarah di kubur," kata Danny Daniel Sumolang, Ketua rukun keluarga Sigar-Maengkom.

Menurut Sumolang, kebiasaan datang ke Langowan secara diam-diam, diawali oleh ayah dari Prabowo, Sumitro Djoyohadikusumo, suami Dora Marie Sigar. "Dari masih menteri pak Sumitro itu rajin datang walaupun sendiri. Biasanya langsung ziarah," kata Sumolang.

Demikian juga Prabowo. Menurut Sumolang, saat ke Langowan seringkali tidak ada pemberitahuan kepada keluarga. "Tiba-tiba saja sudah di kubur ziarah, atau kadang sudah di depan pintu rumah menegur keluarga," tutur Sumolang.

Sumolang menggambarkan sosok Prabowo yang hanya berbeda usia beberapa tahun dengan dirinya, sebagai pribadi yang ramah walaupun tetap terlihat ketegasannya. "Mungkin karena tentara, jadi kelihatan tegas. Tapi, Prabowo itu sangat ramah," tutur Sumolang kembali.

Benny, warga di Desa Toraget Langowan mengaku jika daerah tersebut memang dikenal sebagai kampung Prabowo. Menurutnya, keluarga keturunan Sigar-Maengkom di wilayah tersebut tergolong besar.

"Dari Tompaso hingga Langowan banyak memang keturunan bersaudaranya pak Prabowo," kata Benny.

Sementara, terkait dengan apakah Prabowo Subianto sering ke Langowan, Melly warga lainnya, menyebutkan jika yang paling teringat pada pencalonan Presiden tahun 2014 lalu. Saat itu, ada penyambutan keluarga besar dan warga kepada Prabowo di desa tersebut.

"Kalau tidak salah ingat, pak Prabowo sampai diarak menggunakan bendi (delman)," kata Melly kembali.

Sumber: kumparan
Foto: Prabowo Subianto saat melakukan ziarah ke makam para dotu atau leluhur keluarganya di langowan, Minahasa saat kunjungan pada tahun 2014 lalu. (foto: dokumen keluarga prabowo di Langowan)

Post a Comment for "Leluhur Prabowo Tersohor Sebagai Penangkap Pangeran Diponegoro"


www.dewaweb.com

Web Hosting