PT Moda Raya Terpadu (MRT) kembali menemukan jalur rel trem zaman kolonial
Belanda saat melakukan proyek MRT Fase 2 di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat.
Arkeolog Chandiran Attahiyat mengatakan bahwa penemuan rel trem tersebut bisa
jadi adalah kepanjangan dari rel trem yang juga sudah ditemukan MRT tahun
lalu.
“Itu memang semuanya lanjutan dari itu kan dari Harmoni sampai ke Kota.
Terusnya dari Kota balik lagi. Tapi kan itu bisa saja bukan dari Harmoni saja,
mungkin juga dari jalur-jalur lain. Saling sambung-menyambung,” ujarnya saat
dihubungi JawaPos.com, Rabu (9/11).
Chandrian mengatakan bahwa MRT memang belakangan sering menemukan rel trem
sejak zaman tahun 90-an itu ke Pemprov DKI Jakarta. Oleh karena itu, selama
proyek MRT tetap berjalan sesuai rencana, ia mengatakan bahwa penemuan rel
trem itu bisa saja terjadi lagi di kemudian hari.
“Ya selama itu di lokasi yang di jalur yang sekarang dan sesuai dengan
perencanaan jalur MRT itu udah pasti ditemukan,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa rel trem yang ditemukan tersebut sudah seharusnya
diperlakukan sebagai cagar budaya. Dengan begitu, MRT harus segera mengamankan
penemuan rel tersebut melalui perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD)
“Itu diamankan, emang jalur jalur itu apabila memang yang terkena dengan
stasiun itu akan dibongkar, tetapi yang tidak terkena dengan stasiunnya tidak
dibongkar. Jadi apabila itu memang di stasiun pasti dibongkar dan rel rel itu
akan disimpan di PPD,” terangnya.
Sementara itu, melalui akun Instagram resminya, MRT menyebutkan bahwa proses
pengangkatan rel trem tersebut sudah dimulai. “Saat ini juga dalam tahap
persiapan untuk pengangkatan rel trem yang berada di lokasi pekerjaan CP 202,”
tulis akun @mrtjkt.
“Nantinya akan ditempatkan sementara di storage pool PPD Jelambar,”
pungkasnya.
source: JAWAPOS➚

Post a Comment for "Arkeolog Jelaskan Temuan Rel Trem Zaman Belanda di Gajah Mada"