Kesepakatan Presiden Belarusia Aleksander Lukashenko dan Presiden Rusia
Vladimir Putin untuk sama-sama mengerahkan pasukan mereka, telah memungkinkan
Minsk terlibat lebih jauh dalam perang Kremlin di Kyiv.
Menurut seorang pakar Rusia di Royal United Services Institute yang berbasis
di London, Natia Seskuria, saat ini Putin sangat mungkin memaksa Belarusia
ikut mendukungnya dalam perang, terlebih sejak serangan balik Ukraina yang
membuatnya tidak memiliki banyak pilihan.
"Meskipun Lukashenko berusaha untuk menghindari keterlibatan langsung dalam
perang, ia mungkin terseret ke dalam konflik di bawah tekanan Putin. Tindakan
Kremlin yang mulai membentuk kekuatan regional, menunjukkan seberapa
khawatirnya mereka dengan peningkatan Kyiv. Sehingga menarik Belarusia adalah
opsi yang tersedia," jelasnya.
Keinginan Putin untuk terus melanjutkan perang, dinilai Seskuria sebagai
alasan utama Kremlin dapat menyeret pasukan Lukashenko. Terlebih keduanya juga
memiliki hubungan yang dekat baik dalam sejarah persatuan Uni Soviet maupun
kerjasama pertahanan yang telah lama dibangun.
"Pasukan Rusia semakin berjuang di medan perang, dan Putin mungkin memaksa
Lukashenko untuk secara resmi bergabung dalam perang. Rusia dan Belarusia juga
terikat dalam hubungan sejarah kebesaran Uni Soviet dan kerjasama militer
bersama," ujarnya.
Keberhasilan Rusia dalam mengemas serangan balik Ukraina di jembatan Krimea
sebagai bagian dari tindakan terorisme, telah meyakinkan Lukashenko bahwa Kyiv
merupakan ancaman nyata yang harus dilawan bersama.
"Ini adalah pilihan yang paling tidak menguntungkan bagi Lukashenko. Namun,
sejak pemilihan presiden 2020 dan tindakan keras para pengunjuk rasa di
Belarus, kelangsungan politiknya sangat bergantung pada dukungan Moskow. Putin
bisa menggunakan pengaruh tersebut untuk memaksa," kata Seskuria.
Di sisi lain, seorang analis risiko yang berfokus pada Ukraina, Alex Kokcharov
menyatakan keraguanya bahwa Belarusia akan terlibat langsung dalam konflik
tersebut.
"Salah besar jika NATO menjadikan Belarusia sebagai musuhnya karena mendukung
Rusia. Apalagi jika melihat angkatan bersenjata Lukashenko yang kecil dan
kurang terlatih, dampaknya menjadi tidak begitu terasa," ungkapnya.
Menurutnya Lukashenko kemungkinan berusaha hanya untuk menyenangkan Rusia
dengan menunjukkan bahwa dia setidaknya melakukan sesuatu di area keamanan
Kremlin.
Sejalan dengan Alex, pakar politik Jerman dengan fokus khusus pada Rusia dan
Eropa Timur, Sergej Sulenny mengatakan bahwa pernyataan Lukashenko baru-baru
ini tampaknya menjadi bagian dari permainan 'satu langkah maju, satu langkah
mundur' untuk menyenangkan Putin tanpa mengambil risiko sendiri.
"Dia mencoba memberikan sebagian dari apa yang diinginkan Putin (keterlibatan
Belarus dalam perang), tetapi tanpa melakukannya," pungkasnya.
source: RMOL➚

Post a Comment for "Pakar: Rusia Pada Akhirnya Bisa Paksa Belarusia Ikut Perang Lawan Ukraina"