Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI / Komisi B Epidemiolog, Gilbert Simanjuntak menilai, bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gagal
memperbaiki transportasi di Jakarta, terlihat dari kemacetan parah setelah
Covid-19 mereda dan Jakarta terpolusi sejagat.
"Narasi yang dibangun seakan transportasi berhasil dibenahi era 5 tahun Anies
sebagai Gubernur adalah tidak sesuai kenyataan," kata Gilbert dalam keterangan
yang diterima ERA.id di Jakarta, Kamis (29/9/2022).
Menurutnya, ukuran yang digunakan lebih ke arah pembangunan fisik seperti
pengadaan alat transportasi, bukan pembangunan sistem yang berhasil dan
paradigma di masyarakat.
"Mengutip kata-kata Gub Anies sendiri, kalau sekedar membangun fisik Firaun
juga bisa," tegasnya.
Kenyataan, yang ada Jakarta tidak macet hanya di periode awal Gub Anies
menjabat karena lajur Bus TransJakarta (TJ) sudah selesai dan karena COVID
selama 3 tahun. Bahkan, di era Gub sebelumnya terjadi kemacetan luar biasa,
misalnya jalur Kuningan Rasuna Said ke Ragunan bisa 2-3 jam karena pembangunan
lajur Bus TJ di semua lajur dan setelah selesai lalu diberi stempel seakan
kerja Gubernur Anies. "Ini penilaian tidak jujur," katanya.
Lebih lanjut, kata dia, penambahan lajur, jumlah bus dan integrasi tarif belum
menunjukkan hasil berupa transportasi lancar, atau mengurangi kemacetan secara
berarti (signifikan). Ukuran yang dipakai lebih ke ukuran antara (proxy),
bukan hasil akhir (end point) atau dampak (outcome) berupa transportasi
lancar, kemacetan teratasi atau polusi berkurang.
Kemudian, ukuran antara (proxy) yang digunakan seperti kenaikan jumlah
penumpang setelah lajur Bus selesai dibangun, Jaklingko mobil kecil ke
perumahan tapi suplai penumpang ke TJ tidak optimal, integrasi secara aplikasi
yang masih uji coba dan ukuran lainnya.
"Saat ini di penghujung era jabatannya Anies setelah COVID mereda, Jakarta
mengalami kemacetan parah. Semua tahu Jakarta malah mendapat predikat kota
terpolusi di dunia. Polusi itu sumbangan terbesarnya dari transportasi atau
mobil dan motor," katanya.
Seharusnya, ia meminta Anies bicara jujur, karena sewaktu puncak Covid, Anies
pamer langit biru padahal karena masyarakat mobilitasnya jauh berkurang dampak
pandemi, transportasi/jumlah mobil dan motor menurun. Sekarang menuding polusi
dari daerah lain dengan mengatakan polusi tidak ber-KTP.
Padahal polusi itu diperparah karena kebijakan Anies yang ngawur berupa
pelebaran trotoar dan jalur sepeda yang tidak berfungsi tetapi menelan biaya
yang sangat besar dan juga menelan korban, ini hal sekunder dalam
transportasi.
"Kemacetan makin parah. Seharusnya transportasi publik (primer) beres dulu,
baru transportasi sekunder dibuat. Ini akan menjadi beban buat Pj Gub nanti,"
katanya.
source: ERA➚

Post a Comment for "PDIP Nilai Anies Gagal Benahi Transporasi di Jakarta: Kalau Hanya Bangun Fisik Firaun Juga Bisa"